Ciri-ciri Induk Patin yang Sudah Siap Dipijahkan

Pertanianku — Segmentasi pembenihan ikan patin berpotensi menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Hal ini mengingat permintaan terhadap komoditas ikan patin di pasaran masih cukup tinggi. Kegiatan pembenihan membutuhkan induk patin yang bagus dan sudah siap dipijahkan.

induk patin
foto: kkp.go.id

Pembenihan tidak hanya membutuhkan induk patin yang berkualitas, tetapi juga sudah mengalami kematangan gonad. Pasalnya, syarat utama untuk melakukan pemijahan ikan patin adalah alat kelamin yang sudah matang.

Pembudidaya dapat memuasakan induk selama dua hari sebelum dilakukan seleksi. Induk yang mengembangkan perutnya merupakan induk yang sudah benar-benar siap dipijahkan.

Kematangan alat kelamin bisa diketahui melalui beberapa ciri yang ditimbulkan oleh induk. Patin betina sudah bisa mengalami kematangan alat kelamin setelah berumur tiga tahun, sedangkan jantan sudah bisa mengalami kematangan saat masih berumur dua tahun. Patin betina dan patin jantan yang dipilih sebaiknya memiliki berat minimal 1,5—2 kg.

Bagian perut betina terlihat membesar ke arah anus, sedangkan perut jantan terlihat lembek dan tipis.

Kematangan kelamin juga bisa terlihat dari bagian kloaka induk. Patin betina yang sudah matang memiliki kloaka yang membengkak dan berwarna merah tua. Kondisi serupa juga terjadi pada kloaka patin jantan. Kulit di bagian perut terasa lembek dan tipis.

Patin jantan yang sudah matang akan mengeluarkan cairan sperma berwarna putih ketika kloakanya diurut. Jika kloaka patin betina diurut, akan mengeluarkan beberapa butir telur.

Ketika ciri-ciri tadi sudah dimiliki oleh ikan patin, tangkap induk-induk tersebut dengan jaring secara hati-hati. Penangkapan yang kasar dapat menyebabkan induk menjadi stres. Setelah ditangkap, pisahkan induk berdasarkan jenis kelamin dan kematangan gonadnya. Patin betina harus diukur terlebih dahulu bobot dan panjang tubuhnya.

Baca Juga:  Mitos Telur Penyu Berkhasiat Menambah Vitalitas

Induk yang masih belum mengalami kematangan kelamin tidak bisa dipijahkan. Hal ini karena potensi kegagalan akan semakin meningkat. Induk yang sudah siap dipijahkan dapat dipindahkan ke dalam kolam pemeliharaan dengan tingkat kepadatan sekitar 3—5 ekor/m2.

Sebaiknya, induk mendapatkan pakan komersil dengan kandungan protein sebesar 35—38 persen sebanyak 1 persen dari biomassa ikan. Frekuensi pemberian pakan bisa dilakukan sebanyak 1—2 kali sehari.

 

 


loading...