Ciri-ciri Susu Kambing yang Bagus

Pertanianku Susu kambing mengandung asam lemak rantai sedang dalam jumlah yang lebih banyak. Berbagai kandungan asam lemak esensial bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Sebagian asam lemak tersebut menghasilkan karakteristik khas pada susu kambing, yakni aroma prengus atau goaty.

susu kambing
foto: pertanianku

Meski peminatnya tidak semasif susu sapi, susu kambing tetap memiliki keunggulan. Diameter global lemak pada susu terbilang lebih kecil sehingga mudah dicerna dan diserap tubuh. Oleh karena itu, susu yang memiliki aroma khas prengus ini cocok untuk seseorang yang menderita gangguan pencernaan akibat proses peradangan.

Kandungan asam lemak rantai sedang yang lebih banyak bermanfaat untuk memperbaiki fungsi saluran pencernaan.

Susu bersifat hipoalergenik sehingga aman dikonsumsi oleh semua kalangan mulai dari bayi hingga lanjut usia. Kandungan lemak yang tinggi di dalam susu sapi dapat menyebabkan penumpukan lendir yang memicu alergi. Sementara itu, kadar gelembung lemak di dalam susu kambing hanya sekitar 1/9 dari susu sapi.

Susu kambing juga seperti susu sapi yang bisa diolah menjadi berbagai produk olahan, mulai dari yoghurt, keju, hingga kefir. Saat Anda ingin mengolah atau bahkan mengonsumsinya secara langsung, sangat penting untuk memilih susu yang berkualitas. Umumnya, susu kambing yang berkualitas memiliki ciri-ciri berikut.

  1. Susu berwarna putih bersih, tidak tampak adanya kotoran.
  2. Konsistensinya harus sedikit lebih kental dibanding air.
  3. Susu segar tidak akan terlihat memisah. Susu akan berwujud seperti cairan yang homogen.
  4. Susu memiliki rasa khas dan gurih, terkadang susu beraroma prengus.
  5. Susu tidak terasa asam.

Sebenarnya, aroma prengus yang tidak sedap dapat dikurangi melalui proses pengolahan. Aroma prengus menjadi salah satu penyebab banyak orang kurang menyukai susu kambing. Hingga saat ini konsumen susu kambing di Indonesia memang masih terbatas. Permintaannya sebagian besar masih terbatas untuk pengobatan atau mencegah terjadinya penyakit. Masyarakat biasanya mengakali bau prengus dengan menambahkan jahe, kopi, atau moka.

Baca Juga:  Silase Singkong Karet, Pakan Ternak di Musim Kemarau