Ciri-ciri Tanah yang Subur

PertaniankuTanah subur merupakan dambaan para petani karena tanaman dapat tumbuh dengan maksimal di atasnya. Tanah pertanian yang tidak subur pun harus dibuat menjadi subur terlebih dahulu sebelum digunakan agar tanaman tidak merana. Berikut ini beberapa ciri-ciri yang menggambarkan kondisi tanah yang subur.

tanah subur
foto: pertanianku

Faktor fisik

Jika dilihat dari faktor fisik, tanah yang subur dapat dilihat dari kondisinya yang gembur. Jika tanah tidak gembur, Anda perlu menggemburkannya terlebih dahulu dengan pembalikan tanah, baik dicangkul maupun dibajak.

Pembalikan tanah perlu dilakukan sebelum tanah digunakan untuk bertanam, biasanya berlangsung sekitar dua minggu sebelum tanam. Pembalikan tanah dapat menyebabkan pertukaran udara di dalam tanah sehingga gas racun akan menguap dan digantikan dengan oksigen. Bibit penyakit, hama, dan gulma yang berada di dalam tanah akan mati karena terkena sinar matahari, cangkul, atau terinjak.

Faktor kimia

Tanah subur memiliki unsur hara yang cukup, tetapi pada umumnya jumlah unsur hara di dalam tanah cukup terbatas. Oleh karena itu, Anda perlu memberikan pupuk dasar berupa pupuk kandang dan kompos untuk menambah unsur hara. Pupuk kandang yang terbuat dari kotoran ternak berfungsi menambah unsur hara N, P, dan K.

Kondisi pH tanah juga dapat memengaruhi kadar unsur hara di dalam tanah. Pada tanah yang asam biasanya banyak mengandung unsur besi, tembaga, dan mangan. Jika pH tanah tidak segera diperbaiki, tanaman bisa teracuni oleh kadar unsur-unsur yang terlalu berlebihan tersebut. Pada tanah dengan pH asam ataupun alkali dapat menyebabkan fosfor terikat pada komponen tanah sehingga akar sulit menyerap unsur fosfor tersebut.

Sementara itu, pada tanah yang netral dan alkali, unsur kalium, magnesium, kalsium, dan molidberum banyak tersedia dan mudah diserap oleh akar.

Baca Juga:  Manfaat Beras Basmati untuk Kesehatan Tubuh

Faktor biologis

Tanah yang subur pada umumnya mengandung banyak bahan organik dan jasad hidup. Bahan organik tersebut akan dihancurkan oleh mikroorganisme menjadi senyawa anorganik yang mudah diserap oleh tanaman. Bahan organik yang dimaksud adalah daun yang sudah rontok, jerami, sekam, bangkai binatang, pupuk kandang, kotoran binatang, dan lain-lain. Sementara itu, jasad hidup yang dimaksud adalah bakteri, cendawan, semut, rayap, dan cacing.