Ciri-ciri Tanaman Melon Kekurangan Unsur Hara

Pertanianku — Tanaman yang mengalami kekurangan unsur hara akan mengalami hambatan pertumbuhan dan menyebabkan kelainan atau penyimpangan. Tak jarang, tanaman melon muda yang kekurangan unsur hara mengalami kematian. Oleh karena itu, kondisi kekurangan unsur hara tidak bisa dianggap remeh dan harus segera Anda tangani agar kondisi tanaman tidak memburuk.

tanaman melon
Foto: freepik

Kekurangan unsur hara yang sedang dialami tanaman bisa Anda lihat dari kondisi tanaman. Berikut ini ciri-ciri tanaman yang sedang mengalami kekurangan hara.

Kekurangan boron

Tanaman melon yang kekurangan boron akan tumbuh kerdil dengan ruas-ruas pendek. Batang tanaman kaku dan pada beberapa bagian terdapat luka/retakan yang mengeluarkan lendir cokelat kekuningan. Batang tanaman juga menjadi mudah patah.

Tanaman dewasa yang kekurangan boron akan sulit berbuah. Jika pun tanaman tersebut berbuah, buah yang dihasilkan berbentuk abnormal.

Kekurangan boron dapat diatasi dengan memberikan pupuk mikro yang mengandung unsur boron, seperti Borate atau Fertibor dengan dosis 2 gram per tanaman. Selanjutnya, berikan pupuk daun yang mengandung unsur mikro boron seperti Multimicro (B 0,3 persen) atau CaB (B 2 persen) dosis 1—2 ml. Pupuk diberikan saat tanaman berumur 10 minggu dan diulang 10 hari hingga tiga kali aplikasi.

Kekurangan kalium

Tanaman melon yang mengalami kekurangan kalium akan menunjukkan gejala tepian daun berwarna kuning muda. Warna kuning tersebut lama-kelamaan akan berubah menjadi kecokelatan, pada salah satu sisinya akan sobek. Tepian daun tersebut seolah-olah akan membentuk gerigi.

Kekurangan kalium menyebabkan daya tahan tanaman menjadi rendah sehingga tanaman rentan terserang hama dan penyakit. Selain itu, buah yang dihasilkan menjadi kurang manis dan tanaman tidak tahan terhadap kekeringan.

Anda perlu memberikan pupuk dengan komposisi makro NPK yang tepat dan seimbang. Berikan pupuk susulan berupa KNO3 dosis 5 gram/liter dan pupuk daun yang mengandung unsur kalium tinggi seperti Complesal merah dosis 2 gram/liter.

Baca Juga:  5 Cara Memberikan Pupuk untuk Tanaman

Kekurangan magnesium

Tanaman yang sedang kekurangan magnesium dapat Anda lihat pada bagian daun tua. Di antara tulang daun terlihat klorosis, warna daun menguning, dan terdapat bercak-bercak merah kecokelatan, sedangkan tulang daun tetap berwarna hijau.

Kekurangan magnesium dapat diatasi dengan pengapuran dolomit dengan dosis 1,5—2 ton/hektare dan pupuk daun yang mengandung unsur magnesium seperti Multimix (Mg 3,4 persen) dosis 2 ml/liter atau Complesal merah (MgO 1,4 persen) dosis 2 gram/liter.