Coba Pola Rotasi Tanam Ini Agar Panen Berhasil

Pertanianku — Menurunnya kualitas hasil panen suatu tanaman biasanya disebabkan oleh serangan hama dan penyakit. Salah satu solusi yang baik ialah dengan memutus mata rantai perkembangan penyakit tersebut. Untuk memutus mata rantai penyebab kegagalan panen itu bisa dilakukan dengan pola rotasi tanam yang benar.

pola rotasi tanam
Foto: Shutterstock6

Teknik rotasi tanaman ini disebut juga menggilir jenis tanaman. Teknik ini sangat efisien untuk menghentikan endemik penyakit dan patogen pada suatu lahan tanam. Berikut penjelasan lebih detail soal rotasi tanam yang benar.

Pola rotasi tanam


Loading...

Untuk urutan rotasi tanamnya adalah K-D-B-U (Kacang–Daun–Buah–Umbi). Mengapa dengan urutan itu? Nah, berikut ini penjelasan masing-masing karakter tanaman tersebut.

  1. Kacang-Kacangan

Tanaman kacang-kacangan memiiki keunggulan dari segi perakarannya yang mampu melakukan fiksasi unsur nitrogen dari alam bebas. Artinya, akar tanaman kacang-kacangan jenis apa pun mampu mengikat unsur nitrogen dengan akarnya.

  1. Daun-daunan

Ini adalah komoditas tanaman yang akan dipanen daunnya, yang mana sebagian besar adalah sayuran seperti bayam, kangkung, caisim, kubis, sawi, dan lain-lain. Pertumbuhan daun dan batang lebih identik dengan pertumbuhan vegetatif yang banyak memerlukan unsur nitrogen.

Dengan menempatkan urutan tanaman sayuran (daun-daunan) setelah tanaman kacang-kacangan, tentu bagaikan gayung bersambut. Tanaman sayuran daun akan merespons cepat dengan menunjukkan pertumbuhan yang pesat.

  1. Buah-buahan

Tanaman buah memiliki karakteristik yang sedikit berbeda dimana ketika memasuki fase generatif, ia tidak membutuhkan unsur nitrogen terlalu banyak. Karena kalau sampai kelebihan unsur nitrogen, malah justru bisa menyebabkan tanaman buah terlambat berbuah atau gagal berbuah.

Pada saat berbunga, tanaman buah lebih membutuhkan unsur phospat dan saat berbuah tanaman buah lebih banyak membutuhkan unsur kalium. Untuk itu, tanaman buah seperti melon, semangka, timun dan sebagainya lebih cocok ditanam setelah sayuran.

  1. Umbi-umbian
Baca Juga:  Sederet Alasan Milenial Harus Memulai Budidaya Metode Hidroponik

Tanaman umbi-umbian seperti ubi, singkong, kentang, bengkoang, talas dan sejenisnya adalah jenis tanaman yang paling rakus menyerap unsur hara. Tanah yang ditanami tanaman jenis umbi akan langsung mengalami penurunan kadar unsur hara secara signifikan sehingga kurang subur.

Untuk itu, tanaman jenis umbi-umbian sebaiknya ditanam pada urutan terakhir dan setelahnya ditanami kacang-kacangan untuk mengembalikan kesuburan tanah.

Hal-hal penting dalam rotasi tanam

Meski rotasi tanam memang sangat efektif, Anda juga jangan sampai melupakan kaidah lainnya seperti tipikal tanaman dataran rendah dan dataran tinggi, musim tanam kemarau atau penghujan dan penggunaan pupuk, penggunaan benih unggul, dan lain-lain. Anda tentu akan kesulitan menumbuhkan sawi di dataran rendah dan tanah yang tidak dipupuk tentu lama-kelamaan akan terjadi defisiensi unsur hara.

Loading...
Loading...