Coffee Brewing Session di Millenials Indonesian Agropreneur

PertaniankuMillenials Indonesian Agropreneur (MIA) 2019 merupakan acara yang dihelat Kementerian Pertanian guna menarik minat anak muda berkecimpung di dunia pertanian. Acara ini sendiri dilaksanakan pada Kamis hingga Minggu, 18—21 April 2019. Bertempat di lower ground Botani Square, Kota Bogor, Jawa Barat, acara ini berlangsung ramai dan dipadati pengunjung.

Millenials Indonesian Agropreneur (MIA) 2019
Foto: Pertanianku

Berbagai kegiatan mengisi acara yang sudah diselenggarakan sejak 2015 ini. Mulai dari Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) yang diikuti berbagai sekolah dan kampus, lomba debat bahasa Inggris (Millenials Debate), berbagai expo, talkshow, hingga coffee brewing.

Acara yang cukup ramai dihadiri pengunjung adalah coffee brewing. Kegiatan ini dilangsungkan pada hari kedua rangkaian acara, yakni pada Jumat (19/4) dan dimulai pada pukul 15.00 WIB. Menghadirkan barista berpengalaman, acara berlangsung di panggung utama yang terletak di bagian depan expo.

Ada dua teknik coffee brewing yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut. Kedua teknik tersebut adalah teknik membuat kopi dengan V60 dan aeropress. Begitu juga dengan pengenalan alat dan mesin yang digunakan.

Pengunjung yang tertarik pun dapat mencicipi kopi yang dibuat oleh barista. Dari biji kopi yang sama, pengunjung akan merasakan perbedaan cita rasa kopi yang dibuat dengan teknik yang berbeda. Begitu pula kopi yang dibuat dengan ukuran yang tidak seragam akan berbeda dengan ukuran yang sudah menjadi standar.

Standar pembuatan kopi pun sudah ditentukan. Hal ini agar konsumen puas dengan keinginan, serta rasa kopi tidak berubah-ubah. Rasio kopi yang digunakan selalu konsisten satu banding dua belas. Hal ini berarti, dalam satu gram kopi untuk 12 mililiter air.

Ukuran kopi yang digunakan dalam pembuatan dengan teknik aeropress pun lebih lembut daripada ukuran yang digunakan untuk teknik V60. Ukuran ini nantinya akan memengaruhi cita rasa kopi. Selain ukuran, cita rasa kopi juga ditentukan oleh jenis biji kopi.

Baca Juga:  Strategi KKP Genjot Ekspor Produk Kelautan Indonesia

Para barista tersebut selain memperagakan cara membuat kopi yang baik dan benar juga menjelaskan bahwa ada lima tahapan untuk menghasilkan rasa kopi yang maksimal. Tahap pertama berada di tingkat petani. Perawatan di kebun kopi sangat berpengaruh.

Selanjutnya adalah tahapan processing hingga biji kopi siap di-roasting. Biji kopi bisa diolah dengan berbagai cara antara lain langsung dikeringkan (natural process) atau bisa dihilangkan dulu kulitnya (washed process) sebelum dipanggang. Biji kopi juga bisa setengah dikeringkan sebelum dipanggang. Cara ini disebut sebagai honey process. Keunggulan honey process adalah cita rasa yang dihasilkan akan lebih manis.

Selain itu, ada tingkat roaster atau penyangraian kopi menjadi roasted bean. Berikutnya tahapan barista yang akan meracik kopi menjadi minuman. Dan, terakhir cupper atau tahapan penilaian rasa kopi.

Menilai dan merasakan kopi sendiri ada tekniknya, yaitu dengan menyeruput sampai terdengar suara dari lidah. Dengan demikian, rasa dan flavor kopi akan lebih bisa dirasakan. Sebagai contoh, kopi yang dibuat dengan teknik aeropress akan memiliki body yang lebih ringan dan rasanya lebih tidak pahit dibanding dengan teknik V60. Teknik V60 akan menghasilkan kopi dengan rasa lebih pahit dan lebih asam.

Loading...