Cuaca Buruk, Nelayan Sukabumi Tidak Bisa Melaut


Pertanianku — Belakangan ini, kondisi cuaca di lautan kurang mendukung sehingga menyebabkan sebagian besar nelayan di Sukabumi tidak bisa melaut seperti biasanya. Gelombang ombak yang tidak stabil membuat para nelayan khawatir dan memilih untuk tidak melaut.

nelayan di Sukabumi tidak bisa melaut
Google Image

Bahkan beberapa waktu lalu, peristiwa gelombang pasang air laut menerjang Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Dan karena kejadian itu, banyak perahu milik nelayan tradisonal mengalami kerusakan.

“Dari pantauan mayoritas nelayan belum melaut dan perahunya bersandar di dermaga,” kata Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sukabumi, Ayom Budi Prabowo dikutip dari Republika, Kamis (14/12).

Ia mengungkapkan, nelayan belum bisa melaut karena faktor cuaca buruk di lautan seperti gelombang yang tinggi dan angin kencang. Menurutnya, kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada keselamatan para nelayan. Ia juga mengutarakan, bila nelayan tetap melaut pun hasil yang akan diperoleh belum tentu maksimal.

Melihat keadaan tersebut, DKP mengimbau agar nelayan waspada ketika memutuskan untuk tetap melaut dengan cuaca yang tidak stabil.

Hal tersebut sesuai dengan himbauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofikasi (BKMG). Dimana gelombang di laut selatan Sukabumi bisa mencapai antara dua hingga enam meter.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) DKP Kabupaten Sukabumi, Andi mengungkapkan, gelombang pasang yang menerjang Sukabumi beberapa waktu lalu menyebabkan banyak perahu nelayan yang rusak. Namun demikian, ia mengatakan, hingga kini petugas masih meminta data jumlah perahu yang mengalami kerusakan dari enam TPI yang ada di selatan Sukabumi.

Andi menyebutkan, pengelola TPI baru mengirimkan gambar laporan kerusakan perahu-perahu itu. Perahu nelayan yang rusak tersebut berada di Cisolok, Cibangban, Ujunggenteng, Palabuhanratu, Ciwaru, dan Minajaya.

Baca Juga:  Pro Kontra Soal Larangan Penggunaan Cantrang

Berdasarkan laporan tersebut, perahu nelayan yang rusak kebanyakan merupakan jenis congkreng atau perahu tradisional. Di mana pada saat terjadi gelombang pasang perahu tersebut terhempas ombak dan mengalami kerusakan pada beberapa bagian.

Dikatakan Andi bahwa kondisi gelombang pasang yang menyebabkan kerusakan perahu nelayan itu berdampak pada minimnya hasil tangkapan ikan. Kebanyakan, hasil tangkapan ikan para nelayan Sukabumi di antaranya jenis layur, cakalang, dan tuna.

loading...
loading...