Curah Hujan Untuk Tanaman Cokelat


Pertanianku – Hal terpenting dari curah hujan yang berhubungan dengan pertanaman dan produksi cokelat adalah distribusinya sepanjang tahun. Hal tersebut berkaitan dengan masa pembentukan tunas muda (flushing) dan produksi. Areal penanaman cokelat yang ideal adalah daerah-daerah bercurah hujan 1.100—3.000 mm per tahun.

Jenis-Jenis Cokelat Berdasarkan Kelompoknya

Di samping kondisi fisik dan kimia tanah, curah hujan yang melebihi 4.500 mm per tahun tampaknya berkaitan erat dengan serangan penyakit busuk buah (black pods). Di Afrika Barat, areal utama penanaman cokelat curah hujannya bervariasi dari 1.150—1.800 mm per tahun. Di beberapa wilayah, seperti Meksiko dan Kosta Rika (Amerika Selatan), sepanjang pantai Malaysia, dan Papua Nugini yang bercurah hujan 2.500 mm per tahun, masih memungkinkan untuk ditanami cokelat dengan baik.

Hal ini berkaitan dengan jenis tanahnya. Penelitian di Papua Nugini menunjukkan adanya keterkaitan antara curah hujan yang tinggi dengan serangan vascular streak dieback (VSD).

Daerah yang curah hujannya lebih rendah dari 1.200 mm per tahun masih dapat ditanami cokelat, tetapi dibutuhkan air irigasi. Hal itu disebabkan oleh air yang hilang karena transpirasi akan lebih besar daripada air yang diterima tanaman dari curah hujan. Dengan demikian, tanaman perlu dipasok dengan air irigasi. Praktik bertanam demikian, misalnya, dilaksanakan di sepanjang pantai barat Venezuela dan Kolumbia (Lembah Cauca). Ditinjau dari tipe iklimnya, cokelat sangat ideal ditanam pada daerah-daerah yang tipe iklimnya Am (menurut Koppen) atau B (menurut Scmidt dan Fergusson). Di daerah-daerah yang tipe iklimnya C (menurut Scmidt dan Fergusson) kurang baik untuk penanaman cokelat karena bulan keringnya yang panjang.

Dengan membandingkan curah hujan di atas dengan curah hujan bulanan tipe Asia, Ekuator, dan Jawa maka secara umum areal penanaman cokelat di Indonesia masih potensial untuk dikembangkan. Di Maryke, PT Perkebunan II, curah hujan sekitar 3.000 mm per tahun masih memberikan produksi yang baik. Hal ini erat kaitannya dengan jenis tanah dan pengolahan faktor-faktor agronomi, seperti pemangkasan dan penataan pelindung. Adanya pola penyebaran curah hujan yang tetap akan mengakibatkan pola panen yang tetap pula.

Baca Juga:  Cara Buat Pestisida Alami dari Jeruk Nipis

 

Sumber: Buku Budidaya Cokelat