Daging Ikan Wajib Segera Diolah, Ini Alasannya!


PertaniankuDaging ikan merupakan sumber protein yang mudah diserap tubuh dibandingkan dengan protein daging dari hasil peternakan darat. Hal ini karena protein ikan memiliki rantai asam amino yang lebih sederhana. Protein itu nantinya berfungsi sebagai pembentuk/peremajaan jaringan di dalam tubuh, mengganti enzim dan hormon yang hilang, serta sumber energi untuk bergerak.

Daging ikan
Foto: Dok. Pertanianku

Sumber gizi lainnya yang bisa didapat dari daging ikan selain protein adalah asam lemak omega-3 contohnya EPA (asam eikosapentonat) dan DHA (asam dokosaheksonoat).

Beberapa keuntungan asam lemak omega-3 antara lain menurunkan kadar kolesterol dan trigleserida dalam darah, mencegah potensi pengumpalan darah, meningkatkan daya tahan tubuh, dan mempunyai peran dalam tumbuh kembang otak pada janin.

Keistimewaan daging ikan itu harus dijaga kualitasnya hingga sampai di meja makan. Daging ikan harus dijauhkan dari potensi-potensi kerusakan yang dapat mengurangi nilai gizi atau bahkan dapat membahayakan ketika dikonsumsi oleh manusia.

Kerusakan ikan dapat melalui 3 faktor, yaitu mikrobiologi, kimia, dan fisik. Kerusakan akibat faktor mikrobiologi merupakan kerusakan pada daging ikan yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri akan tumbuh dan memperbanyak diri dengan mudah disebabkan oleh kandungan air dan protein yang banyak dalam tubuh ikan.

Bakteri dari dalam tubuh ikan banyak ditemukan pada insang dan saluran pencernaan. Sementara, bakteri yang ada pada saluran pencernaan berasal dari makanan. Sama seperti di dalam usus manusia, bakteri itu kemudian tumbuh di dalam usus ikan untuk memecah makanan menjadi lebih sederhana agar mudah diserap sebagai makanan bagi mereka.

Akibat dari aktivitas mikrobiologi pada tubuh ikan adalah timbul bau amis atau busuk, daging menjadi lunak (jika disentuh tidak kembali seperti semula), dan lendir menjadi keruh. Jika daging ikan sudah mengalami hal itu, menjadi tidak aman untuk dikonsumsi bagi manusia.

Baca Juga:  Seram! Ternyata Ini Rahasia Keganasan Piranha

Kedua, kerusakan ikan akibat faktor kimia. Kerusakan ini dapat membuat ikan menjadi tidak layak konsumsi karena akan mengganggu kesehatan. Contoh kerusakan kimia antara lain penambahan bahan tambahan pangan yang berlebihan atau bahan yang dilarang (formalin, boraks), residu pestisida yang mencemari perairan budidaya ikan, logam berat yang berasal dari limbah pabrik, dan bahan allergen yang menyebabkan alergi.

Ketiga, kerusakan fisik yang biasanya diakibatkan oleh penanganan yang kurang baik. Kerusakan fisik dapat memicu kerusakan mikrobiologi karena bakteri akan masuk ke daging lebih mudah lewat luka pada ikan. Hal ini tentu akan mempercepat pembusukan dan menjadi peringatan bagi pembeli karena potensi daging ikan terkontaminasi bakteri menjadi besar.

Lalu mengapa ikan harus diolah?

Mengingat ikan merupakan bahan makanan yang mudah rusak, maka diperlukan upaya agar daging ikan bisa dimanfaatkan manusia sesuai kebutuhan. Upaya itu adalah dengan mengolah daging ikan. Pada dasarnya pengolahan ikan memiliki lima fungsi seperti menambah cita rasa, menambah nilai nutrisi, menambah nilai kenampakan, membentuk tekstur, dan memperpanjang umur simpan.

Pengolahan dengan pemanasan menjadi metode yang sering dipilih karena dapat mengurangi kadar air di dalam ikan. Air di dalam tubuh ikan merupakan media yang optimal bagi pertumbuhan bakteri. Oleh karena itu, pengurangan air akan menekan pertumbuhan bakteri. Penambahan bahan juga bisa mengawetkan ikan. Contohnya adalah penambahan garam, jeruk nipis, dan bawang putih.