Daging Kambing Penyebab Darah Tinggi, Mitos atau Fakta?


Pertanianku — Sudah lama tersebar rumor mengenai konsumsi daging kambing yang bisa menyebabkan darah tinggi. Ada kekhawatiran yang menghantui ketika mengonsumsi daging yang umumnya dibuat gulai itu. Namun, benarkah hal tersebut?

daging kambing
Foto: Shutterstock

Dilansir dari Kompas.com, Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Johanes Chandrawinata, Sp.GK, mengatakan, datangnya penyakit darah tinggi saat mengonsumsi daging kambing hanyalah mitos. Bahkan, ia mengatakan kalau Anda mengunyah satu kilogram daging kambing pun tak akan mendatangkan darah tinggi.

“Kambing cukup sehat asal dagingnya saja, bukan dibarengi dengan jeroan, babat, otak, dan usus,” kata Johanes.

Ia juga menambahkan, daging kambing memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan daging sapi karena kandungan lemak dan kolesterolnya lebih rendah.

Dalam takaran 100 gram, lemak daging kambing hanya 3,03 gram, sedangkan daging sapi 7,72 gram. Kolesterol daging kambing juga sedikit lebih rendah, yakni 75 miligram. Sementara, kolesterol sapi 80 miligram.

Selain itu, untuk zat besi, daging kambing juga lebih banyak dengan 3,73 gram, sedangkan daging sapi hanya 2,24 miligram. Kemudian, seng (zinc) pada daging kambing sebesar 5,27 miligram dan sapi 4,61 miligram. Akan tetapi, cara masak yang tepat juga perlu diketahui agar mendapatkan manfaat gizinya.

Bagi pencinta sate kambing, Johanes menyarankan agar tidak memanggangnya hingga gosong. Saat proses pemanggangan, protein pada daging kambing yang terkena panas tinggi bisa berubah menjadi zat karsinogen.

“Kalau makan di-grill itu cukup seminggu sekali. Jangan tiap hari (bisa) bikin kanker,” ungkap Johanes.

Sementara itu, jika Anda tak suka daging yang dipanggang, masak dengan kuah juga dapat menjadi pilihan. Dalam proses ini, lebih baik hindari penggunaan santan yang berlebihan. Penambahan sayur juga dapat memberi kandungan vitamin pada hidangan kambing menjadi lebih banyak.

Baca Juga:  Legitnya Alpukat Mampu Cegah Penyakit Jantung, Lho!