Daging Sapi Beku Semakin Disukai Masyarakat


Pertanianku – Indonesia merupakan salah satu negara yang kerap melakukan impor daging sapi beku dari beberapa negara. Kini, perlahan namun pasti, daging beku mulai digemari oleh masyarakat. Selain harganya yang lebih murah, daging sapi beku juga telah dijamin kehalalannya dan juga higienis.

Direktur Pemasaran PT Estika Tata Tiara (KIBIF) Wiryo Subagyo mengatakan, konsumsi daging beku selama Ramadan meningkat drastis dibandingkan tahun lalu.

Pada hari biasa, kebutuhan daging di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) mencapai 60 ton per hari. “Tapi saat bulan Ramadan meningkat hingga 100 persen, bahkan bisa mencapai 200 persen kenaikannya,” kata Wiryo, sebagaimana melansir Republika (14/6).

Wiryo mengatakan, pihaknya sebagai distributor daging dan produk olahan merek KIBIF, patuh terhadap peraturan Kementerian Perdagangan untuk menjual daging beku sehat dan halal seharga Rp80.000 per kilogram. Ia mengungkapkan, daging beku aman dikonsumsi karena telah melalui tahapan verifikasi yang menyatakan bahwa sapi yang dipotong berada dalam kondisi sehat dan tidak terinfeksi bakteri apa pun.

Selain itu, proses penyembelihan sapi hanya dapat dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang halal dan sudah disertifikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI). “KIBIF memiliki Rumah Pemotongan Hewan bersertifikat MUI. Daging beku yang kami jual telah lulus persyaratan teknis dan bersertifikat halal,” tuturnya.

Baca Juga:  Bikin Geger Penemuan Kerangka Naga di Cina, Asli atau Rekayasa
loading...
loading...