Dahsyatnya Kegunaan EM4 untuk Tanaman Pertanian


Pertanianku Kegunaan EM4 (Effective Microorganism 4) sangat mudah terlihat pada tanaman pertanian, peternakan unggas ayam, dan perikanan. Cairan EM4 merupakan campuran dari beberapa mikroorganisme baik yang sangat bermanfaat dan menguntungkan.

Kegunaan EM4
Foto: Google Image

EM4 sangat berguna untuk proses penyerapan/persediaan unsur hara di dalam tanah. Bentuk EM4 adalah berupa cairan yang berwarna kecokelatan dan beraroma segar. EM4 mengandung bakteri fermentasi, mulai dari genus lactobacillus, jamur fermentasi, actinomycetes bakteri fotosintetik, bakteri pelarut fosfat, dan juga ragi. Pemanfaatannya sering diaplikasikan dalam pembuatan kompos, atau pupuk bokashi.

Larutan EM4 sangat tepat digunakanan untuk memajukan pertanian karena dapat membantu perbaikan kualitas lahan. Tanaman yang sehat bersumber dari lahan yang sehat pula. Petani dan peternak juga dapat menciptakan keuntungan yang besar melimpah karena hasil panen berbuah lebat atau ternak ungags yang gemuk.

Cairan EM4 sangat berguna dan dapat dimanfaatkan pada tanaman cabai, padi, pepaya, sayuran, bawang merah, karet, jahe, jagung, jeruk, ataupun tanaman hias. Kegunaan EM4 pada peternakan dapat diaplikasikan pada ternak unggas, ayam broiler, ayam petelur, ayam pedaging/potong, kambing, bebek, domba, babi, dan lainnya.

Begitu pula dengan perikanan, EM4 dapat memanfaatkannya untuk menyehatkan tambak atau kolam ikan.

Manfaat atau kegunaan em4

Berikut ini daftar manfaat, fungsi dan keuntungan menggunakan EM4 bagi tanah dan tanaman Anda.

  1. Memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.
  2. Meningkatkan jumlah produksi tanaman.
  3. Menjaga kestabilan hasil pertanian ataupun perkebunan
  4. Memfermentasi bahan organik.
  5. Mempercepat proses dekomposisi bahan-bahan organik di dalam tanah.
  6. Meningkatkan kualitas kuantitas panen.
  7. Menciptakan pertanian yang berwawasan ramah terhadap lingkungan.
  8. Memperkaya keragaman mikroba yang sangat menguntungkan di dalam media tanam atau tambak.
  9. Memperbaiki nutrisi, senyawa yang dibutuhkan tanaman/ikan dari dalam tanah.
  10. Mempercepat proses fiksasi/bintil akar.
  11. Meminimalisir atau mengurangi kebutuhan pupuk bahkan pestisida.
  12. Sebagai bahan campuran pakan ternak yang sehat.
Baca Juga:  Petani Milenial di Lahan Rawa Mendapat Dukungan Penuh dari Kementan