Dampak Manis Program Segar bagi Petambak Garam

Pertanianku Program Segar atau Sentra Ekonomi Garam Rakyat dilaksanakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) sejak 2020 silam. Saat ini program tersebut sudah mulai menunjukkan hasil.

program segar
foto: PIxabay

Keberadaan Gudang Garam Nasional (GGN) dan alat pencuci garam (washing plant) mampu memberikan nilai tambah bagi petambak, khususnya penghasilan yang didapatkan oleh petambak garam. Hal tersebut disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu, Edi Umaedi.

“Sejak washing plant beroperasi, harga garam yang sebelumnya berkisar antara Rp400 hinga Rp500 per kilogram, setelah diolah dan dikelola oleh koperasi kini harganya berkisar antara Rp1.800 hingga Rp1.900 per kilogram. Ini berdampak besar bagi perekonomian para petambak dan akan dirasakan saat musim panen raya,” papar Edi seperti dikutip dari laman kkp.go.id.

Edi mengatakan pada 2011 rata-rata produksi garam rakyat di Indramayu sekitar 60 ton per hektare per musim. Namun, setelah didampingi oleh KKP, kini produktivitas garam mencapai 130 ton per hektare per musim.

“Bila harga kurang wajar, kami punya beberapa Gudang Garam Rakyat (GGR) dengan kapasitas tampung 100 ton. Lalu ada juga 2 GGN bantuan KKP yang berkapasitas tampung masing-masing 2.000 ton sehingga bahan baku garam untuk diolah dengan washing plant akan selalu tersedia,” imbuhnya.

Plt. Direktur Jenderal PRL, Pamuji Lestari, menjelaskan pembangunan garam rakyat melalui program Segar merupakan program KKP yang ditujukan untuk memberdayakan petambak garam.

Program Segar dilakukan di Desa Krangkeng, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Program tersebut merupakan konsep pengembangan garam dari hulu hingga hilir. Mulai dari praproduksi, produksi, pascaproduksi, hingga pemasaran hasil tambak.

Washing plant di sini merupakan salah satu dari 7 washing plant yang dibangun KKP melalui dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2020. Melalui washing plant, kualitas garam mampu ditingkatkan kadar NaCl-nya hingga 97 persen dan warnanya lebih putih,” papar Lestari.

Baca Juga:  Alat Vanamerator Sukses Genjot Produksi Udang di Sulawesi Selatan

Lestari menegaskan KKP terus berkomitmen untuk meningkatkan produksi dan kualitas garam rakyat diiringi dengan pembinaan.