Dampak Negatif Tanaman Cabai yang Kekurangan ataupun Kelebihan Air

Pertanianku — Air memegang peranan penting dalam budidaya cabai, pemberiannya harus sesuai dengan kebutuhan tanaman cabai untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Air yang cukup akan meningkatkan pertumbuhan vegetatif, seperti tinggi tanaman, jumlah cabang, luas daun, dan diameter batang, serta meningkatkan jumlah bunga, jumlah buah, bobot buah, diameter buah, dan panjang buah.

tanaman cabai
foto: Pertanianku

Kekurangan atau kelebihan air akan memengaruhi produktivitas tanaman sehingga kualitas tanaman serta hasil panen yang akan didapatkan menurun. Berikut ini dampak yang akan dirasakan tanaman cabai ketika mengalami kelebihan ataupun kekurangan air.

Kekurangan air

Kekurangan air dapat menyebabkan tanaman cabai pada fase vegetatif mengalami gangguan pertumbuhan cabang dan daun sehingga daun berukuran kecil serta pucat.

Sementara itu, kekurangan yang terjadi fase generatif dapat menyebabkan kerontokan bunga, bakal buah, dan buah sehingga jumlah hasil panen yang didapatkan berkurang.

Kelebihan air

Tanaman muda yang kelebihan air kemungkinan besar mengalami kerusakan akar karena membusuk. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kematian tanaman.

Pada tanaman yang sedang berbunga dan berbuah, kelebihan air dapat menyebabkan bunga dan buah rontok. Selain itu, kelebihan tersebut dapat meningatkan perkembangan pathogen tanaman yang disebabkan oleh cendawan dan bakteri, seperti Fusarium, Phytopthora, Colletotrichum, dan Ralstonia.

Penyiraman yang tepat untuk tanaman cabai

Cabai perlu disiram setiap hari saat hujan jarang turun. Penyiraman dilakukan hingga tanah tampak basah. Penyiraman jangan sampai berlebihan pada musim hujan karena bisa menyebabkan busuk akar.

Penyiraman yang dilakukan dengan sistem leb, air perlu disalurkan ke setiap bedengan melalui jaringan irigasi. Biarkan air mengalir selama beberapa saat hingga bedengan tampak basah atau mencapai kondisi kapasitas lapang.

Anda perlu mengatur ketinggian air pada sistem leb agar cukup sampai ke ujung mulsa. Usahakan lahan tidak sampai becek. Jika air sudah cukup membasahi media tanam, segera keluarkan melalui saluran drainase (saluran pembuangan). Pengairan dengan sistem leb merupakan cara yang paling praktis, terutama di daerah yang memiliki irigasi teknis.

Baca Juga:  Kiat Memilih Media Tanam yang Bagus untuk Sayuran

Selain sistem leb, pengairan dapat dilakukan dengan menggunakan gembor, irigasi tetes, atau sistem curah.