Daun Sambiloto Ampuh Mencegah Malaria


Pertanianku – Virus malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit plasmodium yang banyak ditemukan di negara beriklim tropis dan sub-tropis salah satunya Indonesia. Ada lima jenis plasmodium yang dapat menyerang manusia. Yang paling membahayakan adalah plasmodium falciparum, plasmodium vivax dan plasmodium falciparum karena dapat menyebabkan kematian.

Daun Sambiloto Ampuh Mencegah Malaria

Perihal hal ini, Doktor dalam Ilmu Biomedik Fakulstas Kedokteran Universitas Indonesia, Dra. Risdawati, Apt., M.Kes melakukan penelitian terhadap senyawa andrografolida pada sambiloto (Andrographis paniculata, Ness) sebagai Senyawa Antimalaria.

Sebagaimana dikutip Liputan6 (11/4), “Sambiloto memiliki bahan aktif. Tapi yang saya gunakan hanya satu senyawa sambiloto yang paling dominan dalam jumlah dan efeknya yaitu Andrografolida. Penelitian efek lain sambiloto mungkin banyak tapi untuk malaria baru mulai dikerjakan. Senyawa ini tidak saya ekstrak langsung tapi sudah ada dalam bentuk murni,” ujar Risdawati. Risdawati menambahkan, bahan aktif sambiloto, andrografolida, terbukti efektif menghambat pertumbuhan parasit malaria dan memiliki potensi sebagai obat antimalaria.

“Untuk membuktikan khasiat dan keamanan suatu obat perlu diketahui cara dan tempat kerjanya. Dari penelitian yang dilakukan pada plasmodium berghei secara ex vivo diketahui andrografolida menganggu sistem pertahanan antioksidan parasit dan dapat menghambat pertumbuhan parasit malaria.  Sistem pertahanan antioksidan plasmodium berghei yang terdiri dari sistem gultation dan tioredoksin menjadi turun dengan sangat jelas setelah diberi andrografolida dan dapat simpulkan bahwa andrografolida bekerja dengan mempengaruhi status oksidatif parasit,” tutur Risdawati.

Namun, meski penelitian ini dikatakan aman, penelitian ini masih memerlukan penelitian leboh lanjut untuk menentukan dosis dan efek bagi seseorang dengan kondisi tertentu. “Ini belum bisa dibilang obat, tap baru calon obat. Jadi, kita tidak mau gegabah dengan apa yang kita temukan. Jadi walaupun sambiloto ini pernah diteliti secara sistematis dan sesuai kode etik global dan aman, tapi publik perlu tahu, suatu obat harus didukung bukti ilmiah.” Risdawati pun berharap penelitian ini bisa menjadi andil bagi tingginya kasus malaria di wilayah Timur Indonesia.

Baca Juga:  Segudang Manfaat Kacang Kedelai untuk Kesehatan

Di sisi lain, Guru Besar Biokimia dan Biologi Molekuler Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. Mohamad Sadikin, D.Sc juga mengaku senang dengan penelitian Risdawati. Ia berharap penelitian ini bisa meningkatkan imunitas masyarakat mengingat kendala yang dihadap penelti ialah transportasi.

“Sejak perkembangan transportasi meningkat, peneliti semakin sulit mengembangkan obat malaria. Infeksi pertama misalnya ia sedang di Eropa, tapi dalam 24 jam ia sudah tiba di eropa. Itupun mungkin di rumahnya tidak ada nyamuk. Tapi setelah itu ia berkemah, disitu ia digigit nyamuk. Masalah transportasi ini menurunkan imunitas. Sejak 1970, vaksin malaria telah dikembangkan tapi nyamuk yang cerdik membuat penelitian tidak berkembang,” ungkap Sadikin.

Oleh karena itu, Sadikin juga berharap penelitian dengan sumber atau bahan alam seperti sambiloto yang dilakukan Risdawati ini bisa didukung untuk memperkaya gudang senjata malaria.

loading...
loading...