Daun Sukun Pelindung Jantung

Pertanianku — Tanaman sukun sering dianggap sebagai tanaman biasa. Buahnya sering diolah menjadi makanan atau camilan. Namun, tahukah Anda, di balik popularitasnya yang biasa saja, ternyata tanaman ini menyimpan khasiat yang sangat berguna, yaitu pelindung jantung. Tjandrawati Mozef, M.Sc., peneliti di Pusat Penelitian Kimia LIPI, Bandung Provinsi Jawa Barat, membuktikan keampuhan daun sukun melindungi jantung melalui uji in vitro dan in vivo.

daun sukun
foto: pertanianku

Daun sukun diekstrak dengan berbagai pelarut alami. Pada uji in vitro, ekstrak etil asetat menunjukkan adanya efek sitoprotektif atau perlindungan terhadap sel endothelium, yakni selapis sel di antara aliran darah dan dinding pembuluh darah.

Sel endothelium berperan mengatur otot polos pembuluh darah, hemostatis, koagulasi atau penggumpalan darah, serta pertahanan tubuh. Oleh karena itu, ketika fungsi jaringan endothelium terganggu, fungsi pembuluh darah ikut terganggu sehingga dapat berdampak pada gangguan fungsi jantung.

Dalam uji in vivo menggunakan tikus, Tjandrawati membuktikan, kombinasi flavonoid dan betasitosterol yang terkandung dalam ekstrak daun sukun berdosis 100 mg dan 20 mg/kg bobot tikus dapat mengurangi penggumpalan trombosit. Hal itu terjadi karena pengurangan gumpalan darah dan menurunkan kekentalan darah.

Pada akhirnya daun sukun melindungi jantung dari iskemia akut atau kurangnya aliran darah ke jantung. Iskemia akut menyebabkan gagal jantung.

Dari penelitian tersebut ditemui fakta, pemberian ekstrak daun sukun juga menyebabkan kadar kolesterol tikus turun drastis. Semula kadar kolesterol tikus158 mg/dl, turun menjadi 115 mg/dl setelah pemberian 150 mg per kg bobot tubuh tikus. Selain itu, ramuan ini juga menghambat akumulasi lemak di dinding pembuluh darah aorta tikus.

Tanaman sukun sudah digunakan sebagai bahan pangan sejak 4000 Sebelum Masehi (SM). Saat itu sukun dibawa dari Australia, Papua Nugini, dan Indo-Malay menuju Oceania dan Pasifik. Pada 3000 SM, pelayar membawa sebuah sukun ke Pulau Solomon.

Baca Juga:  Varietas Cabai Unggulan yang Prospektif Dibudidayakan

Sukun yang tumbuh di pedesaan bisa tumbuh hingga belasan meter. Namun, sebenarnya tanaman ini dapat tumbuh hingga 30 meter.