Deretan Penyakit Kelinci yang Kerap Menyerang dan Cara Menanganinya

Pertanianku Penyakit kelinci menjadi salah satu penghambat dalam usaha budidaya kelinci. Hal ini karena penyakit dapat menyebabkan pertumbuhan kelinci menjadi terhambat. Selain itu, Anda perlu mengeluarkan tenaga dan waktu untuk merawat penyakitnya hingga sembuh.

penyakit kelinci
foto: Pixabay

Penanganan penyakit harus dilakukan sesuai dengan jenis penyakit yang menyerang. Penanganan yang salah justru akan berujung sia-sia, bahkan bisa menyebabkan permasalahan yang lain. Oleh karena itu, Anda perlu mengenal penyakit-penyakit kelinci yang kemungkinan dapat menyerang kelinci yang sedang diternakkan atau dipelihara sebagai hewan kesayangan.

Berak darah

Penyakit berak darah disebabkan oleh protozoa Eimeira dengan gejala nafsu makan hilang, berat badan terus menurun, perut membesar, dan diare darah. Jika kelinci terserang berak darah, segera obati dengan Sulfaquinxalin. Dosis yang digunakan 12 ml dalam 1 liter air. Aplikasinya dengan cara diminumkan.

Radang paru-paru

Radang paru-paru disebabkan oleh bakteri Pasteurella multocida dengan gejala sesak napas serta mata dan telinga kebiruan. Kelinci yang sudah terkena penyakit radang paru-paru dapat diatasi dengan pengobatan yang dilakukan dengan memberikan Sul-Q-nox.

Pilek

Tidak hanya manusia yang bisa pilek, kelinci juga bisa kena pilek. Penyebabnya adalah virus dengan gejala hidung berair. Untuk mengobati pilek, bisa dilakukan dengan menyemprotkan antiseptik pada hidung kelinci.

Mastitis

Kelinci yang mengidap mastitis akan memiliki gejala susu yang keluar tidak maksimal atau tidak dapat keluar. Selain itu, puting juga tampak mengeras dan panas saat dipegang. Hendaknya, kelinci dihindarkan untuk tidak menyapih anak terlalu mendadak agar tidak terkena mastitis.

Kudis

Penyakit kudis disebabkan oleh Darcoptes scabiei, ditandai dengan munculnya koreng di tubuh. Pengobatan kudis pada kelinci bisa dilakukan dengan salep antibiotik.

Bisul

Baca Juga:  Jenis Domba Asal Luar Negeri yang Ada di Indonesia

Bisul terjadi karena adanya penggumpalan darah di bawah kulit. Pengobatan yang bisa dilakukan, yaitu membedah dan mengeluarkan darah dalam bisul. Untuk mencegah timbulnya infeksi, bekas luka sebaiknya dioleskan dengan Iodium.

Eksim

Penyakit eksim disebabkan oleh kotoran yang menempel di kulit. Kelinci yang sudah telanjur terkena eksim dapat diobati dengan salep atau bedak salicyl.