Deretan Program Penganekaragaman Pangan Nonberas

Pertanianku — Program penganekaragaman pangan nonberas bertujuan membiasakan masyarakat untuk mengonsumsi beraneka ragam makanan pokok selain beras. Dengan begitu, produksi tanaman pangan lainnya dapat meningkat sehingga program ketahanan pangan di masa depan akan terwujud. Produk pangan nonberas yang dikonsumsi harus aman dari kontaminasi sehingga produk pangan tersebut dapat membuat tubuh menjadi sehat.

pangan non beras
foto: Pertanianku

Berikut ini beberapa deretan produk pangan nonberas yang telah dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia dari berbagai daerah di Nusantara dilansir dari cybex.pertanian.com.

Balo binthe

Balo binthe merupakan makanan campuran antara beras dan jagung dengan perbandingan 3:1. Menu makanan ini berasal dari Kabupaten Pahuwato dan Bualemo Gorontalo. Jagung digunakan dalam menu makanan ini karena mengandung gizi yang lebih baik dibanding beras. Kandungan vitamin, protein, dan energi di dalam jagung terbilang cukup tinggi, sedangkan kandungan kebutuhan karbohidrat dipenuhi dari beras.

Balo binthe dibuat dengan cara menggiling jagung terlebih dahulu. Setelah itu, rendam selama ½ jam dan tiriskan. Campur jagung yang sudah digiling dengan beras dan masak seperti menanak nasi.

Illuy

Illuy merupakan bahan pangan yang berasa dari ubi kayu dan dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat Dayak Agabag di Kalimantan Utara. Illuy tak hanya digunakan sebagai bahan pangan, tetapi juga dijadikan menu pelengkap pada acara adat.

Nasi bebilar

Nasi bebilar merupakan beras ubi jalar. Nasi ini mengandung vitamin, antioksidan, betakaroten, dan serat makanan yang cukup tinggi sehingga sangat cocok dijadikan pangan fungsional untuk mencegah kanker dan diabetes mellitus.

Pembuatan nasi bebilar dilakukan dengan mengukus ubi jalar, kemudian ubi tersebut diuleni hingga berbentuk menjadi pasta. Pasta ubi jalar dicampur ke dalam beras yang sudah dicuci. Setelah itu, nasi ditanak. Jika cara pengolahan dilakukan benar, akan diperoleh butiran nasi berwarna merah ungu dengan cita rasa gurih.

Baca Juga:  Strategi Kementan Menghadapi Dampak La Nina pada Komoditas Perkebunan

Mi bendo

Mi bendo merupakan mi yang terbuat dari campuran singkong dan tepung tapioka. Mi bendo telah diproduksi oleh masyarakat Dusun Bendo, Yogyakarta. Mi bendo kerap dikenal sebagai mi lethek karena berwarna cokelat tua.