Destinasi Wisata Kopi di Lampung, Seperti Apa Ya


Pertanianku — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berupaya menjadikan provinsinya sebagai destinasi wisata kopi. Untuk itu, kalangan industri kopi di daerah tersebut didorong untuk memperluas kemitraan dengan petani setempat agar meningkatkan mutu biji kopi Lampung berstandar internasional.

Foto: pixabay

“Ketika bicara Lampung ingatan orang tertuju pada kopi dan (kain) tapis. Saya bercita-cita Lampung menjadi destinasi wisata kopi,” terang Gubernur Ridho seusai menutup Hari Kopi Internasional di Bandar Lampung, belum lama ini (1/10).

Untuk itu, pihaknya berharap produksi biji kopi di sentra kebun kopi di Lampung menjadi industri yang kreatif dan berwawasan pariwisata. Konsep pertanian berwawasan pariwisata telah berjalan di Thailand, yang berhasil mengemas produk pertanian dari hulu ke hilir menjadi produk pariwisata.

Provinsi Lampung tidak kalah dengan Thailand dalam bidang pertanian. Pelaku industri kopi dapat memperluas kapasitas kemitraan dengan petani kopi setempat. Kemitraan menjadi upaya paling efektif dalam meningkatkan kualitas kopi Lampung.

“Petani bukan sekadar menghasilkan kopi, tapi kita dorong mengoptimalkan lahan dan meningkatkan mutu kopi berstandar internasional. Pembinaan itu harus dilakukan bersama pemerintah daerah dan swasta, agar lebih banyak petani terbina,” ujar Ridho seperti dilansir dari Republika.

Salah satu upaya menaikkan pamor kopi lampung, salah satunya berupaya meningkatkan konsumsi kopi dalam negeri. Peringatan Hari Kopi Internasional, akan digelar setiap tahun sebagai upaya mempromosikan kopi menjadi gaya hidup masyarakat, baik di Lampung maupun nasional.

Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah, Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih, mengatakan Provinsi Lampung berupaya untuk terus meningkatkan konsumsi kopi lokal.

Ia mengakui tingkat konsumsi kopi dalam negeri masih kecil, yakni sekitar 1,1 kg per kapita per tahun. Sementara, yang tertinggi, yakni Finlandia 11,4 kg per kapita per tahun.

Baca Juga:  Hari Menanam Pohon Indonesia, Tanah Laut Tanam 500 Bibit Pohon

Menurutnya, potensi pasar dalam negeri masih berkembang baik. Oleh karena itu, kebijakannya adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia seperti barista, roaster, penguji cita rasa, dan peningkatan nilai tambah kopi dalam negeri terutama kopi sangrai atau roasted bean, melalui penguasaan teknologi roasting.

Kebijakan itu, lanjut Gati, secara perlahan akan membuat Indonesia tidak lagi menjadi negara pengekspor biji kopi, tapi eksportir kopi sangrai untuk Asia, bahkan dunia.

loading...
loading...