Deteksi Kandungan Boraks pada Makanan dengan Kunyit


Pertanianku – Sejak beberapa tahun yang lalu penggunaan boraks pada makanan marak terjadi. Padahal, boraks bukan digunakan sebagai pengawet makanan, kandungan di dalamnya pun sangat berbahaya jika masuk ke tubuh.

Foto: twenty20

Karena itu, sejumlah mahasiswa membuat inovasi untuk mendeteksi kandungan boraks dalam makanan melalui kunyit. Adalah mahasiswa Prodi Pendidikan FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta yang menggunakan indikator alami yakni kunyit yang dikenal dengan kandungan kurkumin untuk menguji kandungan boraks tersebut.

Mahasiswa tersebut adalah Na’in Anggraeni, Lutfiyatul Fuadah, Wheny Anif, Rifqi Ramadani, dan Dewi Sundar. Mereka melakukan penelitian dengan membuat paper test kit sederhana untuk analisis kadar boraks dalam makanan.

Na’in Anggraeni selaku ketua tim peneliti mengatakan, sebagai bahan alami, kunyit mampu menguji kandungan boraks dalam makanan. Kandungan kurkumin dapat digunakan sebagai kit untuk menganalisis kandungan boraks secara sederhana.

“Oleh karena itu, penelitian pembuatan paper test kit untuk analisis kadar boraks dalam makanan ini sangat diperlukan,” terangnya.

Proses awal paper test kit kunyit adalah dengan menumbuk halus kunyit dengan menggunakan mortar, ditambah sedikit air, dan disaring di dalam beaker glass. Kemudian, air kunyit di dalam beaker glass sebagian dituangkan pada petridish. Setelah itu, kertas whatman dicelupkan ke dalam petridish dan dibolak-balik hingga semua permukaannya rata dengan air kunyit.

Langkah selanjutnya, yakni kertas whattman ditata di atas papan dan dikeringkan di bawah terik sinar matahari. Lakukan langkah di atas pada larutan kunyit dengan perbandingan 5 ml kunyit dan 1 ml air. Kemudian, lakukan uji daya kesensitifan paper test kit.

Dari pengujian yang telah dilakukan, paper test kit ini mampu mendeteksi kandungan boraks pada makanan dengan kadar minimal 200 ppm. Semakin besar kadar ppm dari boraks, semakin jelas warna cokelat pada paper test kit.

Alat ini digunakan dengan membuat ekstrak dari makanan yang akan diketahui kandungan boraksnya, misalnya pada bakso. Bakso ditumbuk dan ditambahkan sedikit air sehingga ekstraknya dapat diambil, kemudian teteskan ke paper test kit. Apabila warnanya berubah menjadi cokelat, makanan itu mengandung boraks.

Baca Juga:  Nugget Pisang, Inovasi Makanan Kekinian Generasi Millenial

Paper test kit sederhana ini dapat mendeteksi kandungan boraks hingga 200 ppm. Sementara, para pembuat bakso komersial biasa menambahkan boraks ke dalam adonan bakso dengan kadar 0,1—0,5 % dari berat adonan. Jika dikonversikan ke dalam ppm, menjadi sekitar 800-4.000 ppm.

Dengan alat ini, diharapkan masyarakat akan dapat meminimalkan konsumsi makanan yang mengandung boraks, yang dapat menimbulkan berbagai penyakit berbahaya.

loading...
loading...