Diet Thonon Turunkan Hingga 5 Kg dalam 2 Minggu, Amankah?


Pertanianku — Salah satu diet yang belakangan ini sedang naik daun di kalangan artis Hollywood adalah diet thonon. Diet ini bisa menggelontorkan lemak tubuh hingga 5 kilogram dalam waktu 2 minggu saja. Apakah diet ini aman?

diet thonon
Foto: Google Image

Sebelum kita mengetahui tingkat keamanannya, lebih baik kita mengetahui terlebih dahulu apa itu diet thonon?

Diet thonon adalah diet yang mengutamakan pola makan tinggi protein selama dua minggu untuk berat badan dengan cepat. Setelah dua minggu, berat badan Anda dipercaya bisa turun hingga 5 kilogram. Diet ini juga mengharuskan Anda memotong asupan kalori harian hingga setengahnya, dari minimal 1.200 kalori per hari menjadi hanya 600—800 kalori per hari.

Menu makanan selama 14 hari dalam diet thonon adalah 3 kali makan, yakni makan pagi, makan siang, dan makan malam. Dengan aturan, menu sarapan dan makan siang harus rendah kalori. Sementara untuk jenis makanan, dapat disesuaikan dengan selera dan keinginan Anda.

Setelah 14 hari melakukan diet ketat, tahap selanjutnya adalah “tahap stabilisasi”. Tahap ini dimaksudkan untuk mencegah berat badan kembali naik. Biasanya, fase ini akan berlangsung selama satu minggu untuk setiap penurunan satu kilogram berat badan.

Beberapa pihak yang mendukung metode ini berpendapat bahwa diet thonon merupakan solusi terbaik untuk menurunkan berat badan dengan cepat. Akan tetapi, pihak yang kontra ataupun masih ragu-ragu berkata sebaliknya.

Menurut Samantha Rigoli, seorang ahli gizi di Healthy to The Core New York City, secara teori menu makanan yang monoton akan sulit dilakukan dalam jangka panjang. Mungkin Anda akan mengalami penurunan berat badan di awal program diet, tapi untuk mempertahankan berat badan tersebut bukanlah yang hal mudah.

Baca Juga:  Informasi Keliru Soal Manfaat Bawang Putih

Apabila bila Anda tidak bisa mempertahankan pola makan tersebut, diet thonon akan sulit dijaga dalam jangka panjang sehingga pada akhirnya berat badan akan kembali seperti semula. Selain itu, diet thonon juga dinilai tidak sehat karena hanya mengandalkan asupan tinggi protein, tapi rendah kalori.

Sejumlah penelitian melaporkan bahwa pola makan tinggi protein dan serat membuat Anda cenderung mengalami sembelit, meski pada akhirnya diet ini berhasil menurunkan berat badan dalam waktu cepat.

Pola diet thonon juga tidak direkomendasikan untuk dilakukan oleh anak-anak, orang tua, ibu hamil, orang yang punya penyakit jantung, pengidap gangguan ginjal, hipertensi, serta orang-orang yang sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Sebagai gantinya, jika Anda ingin menurunkan berat badan cobalah dengan melakukan cara yang sehat. Samantha merekomendasikan untuk meningkatkan aktivitas fisik dan mengganti makanan olahan dengan makanan ynag memiliki kandungan gizi beragam.