Dilema, Pemburu vs Penampung Cacing Sutera


Pertanianku – Cerahnya prospek budi daya cacing sutera bukan tanpa kendala atau hambatan. Kendala pertama berasal dari para pemburu cacing sutera itu sendiri. Untuk mengubah kebiasaan ‘mengambil dan mengandalkan tangkapan alam’ menjadi kebiasaan ‘menghasilkan sendiri’ tidaklah mudah. Bahkan, sampai buku ini ada pun kebiasaan itu belum bisa berubah. Untuk mengubah kebiasaan tersebut, diperlukan ketelatenan dan ketekunan dalam mengaplikasikannya.

Habitat Cacing Sutera

Sampai sekarang, kebiasaan ‘mengandalkan’ cacing dari alam menyebabkan pasokan cacing sutera di pasaran sangat kurang. Kelangkaan cacing sutera di toko-toko ikan hias juga sering terjadi. Lebih parah lagi, cacing yang berwarna merah ini sulit didapat jika tidak memesannya terlebih dahulu. Kelangkaan cacing sutera biasanya terjadi ketika mulai memasuki musim hujan. Jadi keberadaan cacing sutera sebagai pakan alami untuk pembenihan ikan masih bersifat musiman yang semakin lama semakin sulit untuk didapat.

Telah dibahas sebelumnya bahwa cacing sutera banyak ditemukan di selokan atau parit yang aliran airnya tidak terlalu deras. Nah, pada musim hujan, aliran air justru menjadi deras. Hal ini mengakibatkan cacing ikut hanyut terbawa derasnya air hujan. Namun, ada pula pencari cacing yang nekat untuk mencari cacing yang berada di sungai. Sebut saja Ojos, pencari cacing di Bogor. “Walaupun musim hujan datang, produksi lele justru harus tetap ada, jadi cacingnya juga harus tetap ada”, ujarnya. Hal itu dilakukan dengan mempertaruhkan nyawa. Bagaimana tidak, Ojos harus mencari cacing di sungai yang kedalamannya lebih dari 80 cm. Selain itu, aliran air sungai yang deras karena hujan bisa menimpanya kapan saja.

Jadi, jangan heran jika keberadaan cacing semakin sulit ditemukan pada musim hujan. Oleh karena itu, pada musim hujan, harga cacing merah ini pun bisa naik dua kali lipat dibandingkan hari biasanya. Dengan demikian, justru menjadi dilema bagi para pemburu cacing untuk mendapatkan cacing pada musim hujan yang harganya cukup tinggi, tetapi justru hanya sedikit yang bisa ditangkap. Begitu juga yang terjadi pada para penampung yang biasanya menjual Tubifex ke para breeder, poultry shop, atau toko-toko yang menjual pakan ikan hias. Mereka harus kecewa dan gigit jari karena kelangkaan cacing sutera pada musim hujan.

Baca Juga:  Burung Tukan Toco, Pendatang Baru dari Amerika Selatan yang Menawan

 

 

Sumber: Buku Cacing Sutera