Dirjen Hortikultura: Importir Wajib Bermitra dengan Petani Bawang Putih

0

Pertanianku – Guna mendorong peningkatan produktivitas bawang putih tanah air, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Spudnik Sujono menegaskan importir wajib melakukan sinergi dengan petani lokal bawang putih.

“Tergantung mereka, bebas,” kata Spudnik, seperti melansir Republika (16/5).

Namun, Dirjen Hortikultura Kementan akan tetap melakukan pengawasan di lapangan terkait kinerja apakah adanya luas tambah tanam dan dilakukan penanaman bawang putih.

Selain bertindak sebagai jembatan sinergi antara importir dan petani, Spudnik mengatakan, pihaknya bisa memberikan pemetaan di mana lokasi lahan bawang putih di tanah air.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman telah melakukan revisi Permentan No. 86 Tahun 2013 tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura. Revisi tersebut salah satunya mewajibkan para importir untuk menanam bawang putih proporsional dari kuota impor yang diajukan. Dengan begitu, akan membuka peluang kemitraan importir dan petani bawang putih.

Lebih lanjut Spudnik mengatakan, penerapan aturan tersebut dilakukan satu tahun setelah keluarnya surat keputusan. Dalam kesempatan tersebut ia menegaskan, pihaknya tidak menarik atau menerima uang terkait sinergi importir dan petani lokal.

Pasalnya, potensi produksi bawang putih tanah air cukup baik, mengingat panen yang terjadi di Temanggung dan Bima beberapa waktu lalu. Namun, hal tersebut perlu terus ditingkatkan untuk melepaskan Indonesia dari ketergantungan impor.

Harga bawang putih impor yang sebagian besar berasal dari Cina kini tengah ditekan berada di Rp34.000 hingga Rp38.000 per kg.

“Terus bertahap berkurang karena di Cina udah mulai panen dan turun,” tambahnya.

Angka tersebut ditekan agar tidak menyulitkan masyarakat menjelang Ramadan nanti. Terkait harga baru bawang impor yang ditetapkan setelah aturan baru, Spudnik mengaku belum ada pembicaraan sejauh itu.

“Yang penting itu bagaimana menstabilkan harga di Ramadan ini,” tutupnya.

loading...
loading...