Distribusi Kroto di Indonesia


Pertanianku – Akhir-akhir ini, permintaan konsumen terhadap kroto segar sangat tinggi di berbagai daerah, baik di pedesaan maupun di kota-kota. Hal ini erat kaitannya dengan peningkatan jumlah hobiis burung kicauan di seluruh Indonesia. Pasalnya, kroto sangat dibutuhkan sebagai bahan pakan tambahan atau extra food. Kroto merupakan menu extra food terbaik untuk burung kicauan karena kandungan protein hewaninya yang tinggi.

Apa itu Kroto?

Ketidakseimbangan antara barang yang dibutuhkan dengan pasokan yang ada maka hampir di semua daerah, khususnya di kota besar mengalami kekurangan suplai kroto. Untuk saat ini, ada beberapa daerah yang membutuhkan pasokan kroto dalam jumlah besar, seperti provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta. Selama ini, Jawa Barat dan DKI Jakarta mendapatkan pasokan kroto dari Bali dan Lombok. Meskipun telah mendapatkan pasokan kroto dari dua daerah tersebut, kebutuhan kroto di Jawa Barat dan DKI Jakarta masih jauh dari cukup. Sebagai contoh, di Pasar Burung Pramuka baru terpenuhi sebanyak 50% dari total kebutuhan terhadap kroto.

Daerah-daerah sentra produksi kroto di Indonesia saat ini adalah Pulau Kalimantan, Bali, Lombok, dan Sumbawa. Lebih dari 70% kroto untuk ekspor dihasilkan dari Pulau Kalimantan. Pulau Kalimantan yang memiliki luas 743.330 km² terdiri atas 51.400.000 ha wilayah hutan tropis. Faktor luasnya wilayah hutan tropis inilah yang menjadikan Pulau Kalimantan sebagai daerah penghasil kroto terbesar di Indonesia. Kroto yang dihasilkan dari Kalimantan juga diekspor ke Malaysia, terutama karena wilayah Kalimantan berdekatan dengan Sabah. Hal ini menjadikan kroto sebagai salah satu komoditas unggulan dari Indonesia. Pengiriman kroto segar biasanya dilakukan dengan menggunakan paket kargo pesawat.

 

Sumber: Buku Kupas Tuntas Budidaya Kroto secara modern

Baca Juga:  Burung Tukan Toco, Pendatang Baru dari Amerika Selatan yang Menawan