Distribusi Pupuk Kujang Dipercepat Jelang Lebaran

Pertanianku – PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC) mempercepat pendistribusian pupuk ke seluruh gudang lini tiga di kabupaten-kabupaten di Jabar dan Banten. Hal tersebut dilakukan untuk mengejar sebelum pemberlakuan larangan truk pengangkut muatan berat pada H-7 Idul Fitri.

“Sebelum H-7 Lebaran, kami tingkatkan distribusi pupuk agar stok di gudang-gudang tetap aman,” kata Manajer Humas PT PKC, Ade Cahya seperti melansir Republika (14/6).

Ade menyebutkan, dalam kondisi normal, pendistribusian pupuk ke seluruh gudang lini tiga mencapai 2.000—2.500 ton per hari. Namun saat ini, pendistribusian pupuk ditingkatkan menjadi 3.000 ton per hari.

Peningkatan distribusi pupuk itu akan membuat pupuk selalu tersedia saat petani membutuhkannya. Pasalnya, jika sampai kekurangan pupuk pada H-7 sampai H+7 Lebaran, pendistribusian tak bisa dilakukan akibat adanya larangan truk beroperasi.

Dengan adanya peningkatan distribusi itu, sampai H-7 mendatang pupuk yang terkirim di gudang lini III di daerah-daerah ditargetkan sudah mencapai 36 ribu ton. Dengan demikian, saat petani membutuhkan antara H-7 sampai H+7 Lebaran, pupuk sudah siap. “Untuk stok pupuk Kujang secara keseluruhan dalam kondisi aman. Petani tidak perlu khawatir,” tutur Ade.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Pudji Hartanto Iskandar, menjelaskan, saat H-7 hingga H+7 Lebaran mendatang, truk pengangkut bahan tambang dilarang melewati jalur pantura maupun jalan tol. “(Pelarangan) itu dimaksudkan untuk mengurangi kemacetan selama arus mudik dan balik lebaran,” ungkap Pudji, saat mengecek Jembatan Timbang di Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Jumat (9/6) lalu.

Selain truk pengangkut bahan tambang, lanjut Pudji, angkutan barang yang tonasenya di atas 14 ribu kilogram, termasuk kendaraan bersumbu lebih dari dua, juga tidak boleh melintas mulai H-4 sampai H+3. Hal tersebut berlaku di jalan tol dan jalur pantura, baik di Jawa maupun Lampung.

Namun, pemberlakukan aturan tersebut ada pengecualian untuk kendaraan pengangkut sembako, bahan bakar minyak (BBM), ataupun pengangkut sayuran dan buah yang mudah busuk. “Untuk tanggung jawab pengawasannya, ada di polisi,” ucap Pudji.

loading...
loading...