Ditjen PSP Kementan Benahi Saluran Irigasi untuk 50 Hektare Lahan di Boyolali

Pertanianku — Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian berhasil mengairi sekitar 50 hektare lahan pertanian di Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah. Keberhasilan tersebut melalui kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) yang mendapat dukungan langsung dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Menurutnya, water management merupakan hal yang sangat penting dalam pertanian.

Irigasi
foto: https://pu.go.id/

“Untuk memastikan air bisa mengalir ke lahan pertanian, dibutuhkan water management yang baik, salah satunya seperti kegiatan RJIT. Tujuannya, agar indeks pertanaman meningkat. Dari yang tadinya cuma 1 kali tanam dalam setahun, bisa 2 kali hingga 3 kali tanam. Produksi juga bisa meningkat,” tutur Mentan Syahrul seperti dikutip dari laman pertanian.go.id.

Dirjen PSP Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, menjelaskan bahwa kegiatan RJIT sudah berhasil dilakukan di Desa Metuk, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali melalui Gapoktan Bumi Mulya yang diketuai oleh Sri Waluyo.

Loading...

“Kegiatan RJIT kita lakukan di Boyolali sebab kondisi eksisting saluran banyak yang mengalami kebocoran. Akibatnya, air tidak sampai ke bagian hilir dan tidak mampu mencukupi kebutuhan pertanian di sana. Makanya kita buat aliran air normal kembali dan kita tambah jumlah lahan yang terairi,” jelas Sarwo Edhy.

Sarwo Edhy menjelaskan, kegiatan RJIT di Boyolali dilakukan dengan memanfaatkan sumber air dan Dam Sapian. Kegiatan ini terbukti berhasil mengairi 22 hektare lahan area Desa Metuk dan 28 lahan persawahan di Desa Mbrayang.

“Pelaksanaan pekerjaan RJIT ini berlangsung kurang lebih selama 30 hari kerja. Dari transfer kita lakukan bulan Maret, kemudian dilakukan pekerjaan fisik dan selesai akhir April 2020,” papar Sarwo Edhy.

Perbaikan yang dilakukan pada konstruksi irigasi adalah pemasangan batu kali dengan dimensi lebar atas 0,3 meter, lebar pondasi 0,4 meter, tinggi 0,7 meter, dan panjang 292 meter. Melalui kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian yang saat ini hanya sekitar 6,8—7 ton/hektare menjadi 8,6—9,6 ton/hektare.

Baca Juga:  Nilai Tukar Petani dan NTUP Naik di Tengah Pandemi

 

 

 

Loading...
Loading...