Diversifikasi Pangan Dipilih Sebagai Langkah Strategis Ketahanan Pangan Saat Pandemi

Pertanianku — Sektor pertanian selama pandemi Covid-19 pada 2020 masih mengalami pertumbuhan yang positif jika dibandingkan dengan sektor lain. Pada triwulan pertama 2021, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi pada sektor pertanian mencapai 2,95 persen. Meski pertumbuhannya terbilang positif, pemerintah tetap perlu mengambil langkah strategis untuk mengatasi masalah ketahanan pangan di tengah pandemi.

ketahanan pangan
foto: Pertanianku

Pemerintah perlu menjamin penyediaan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia di tengah kondisi ancaman krisis pangan dan pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menekankan pentingnya diversifikasi pangan dengan mengoptimalkan potensi dan keragaman sumber daya pangan lokal sebagai salah satu strategi ketahanan pangan di tengah pandemi.

“Jadi pangan itu tidak harus beras, kita melakukan juga upaya diversifikasi pangan. Beberapa pangan lokal kita intervensi seperti singkong, talas, dan umbi-umbian lainnya,” tutur Syahrul seperti dikutip dari laman pertanian.go.id.

Syahrul menilai strategi tersebut harus simultan dengan upaya mengoptimalisasikan lahan pertanian agar produktivitas menjadi lebih maksimal, termasuk dengan memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber ketahanan pangan bagi keluarga.

Kementerian Pertanian mulai fokus untuk melakukan upaya diversifikasi pangan dengan menggunakan bahan pangan lokal sumber karbohidrat nonberas. Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Agung Hendriadi mengatakan upaya diversifikasi pangan tersebut setidaknya menyasar enam komoditas bahan pangan, yaitu singkong, jagung, talas, sagu, pisang, dan kentang.

Kementan telah melakukan berbagai upaya untuk mendukung program diversifikasi pangan. Mulai dari meningkatkan produktivitas pangan lokal sesuai dengan sumber daya daerah setempat, meningkatkan aksesbilitas pangan lokal dengan pendampingan UMKM, memperluas skala usaha dan kemitraan UMKM pangan lokal, hingga melakukan edukasi serta promosi pangan lokal.

Syahrul juga menjelaskan beberapa strategi lain untuk menguatkan ketahanan pangan, di antaranya menguatkan aksesbilitas pangan melalui pemerataan distribusi pangan antarwilayah, mengembangkan smart farming, dan meningkatkan ekspor produk pertanian.

Baca Juga:  KKP Dukung Pemda Maros Dorong Produktivitas Tambak Masyarakat

“Tidak hanya itu, kita juga mendekatkan daerah surplus ke daerah defisit. Dan ini akan terus jaga agar stabilitas pasokan merata dan menjangkau seluruh daerah. Hasilnya bisa kita lihat, Ramadan dan Idulfitri ini aman dan terkendali,” papar Syahrul.