Mengenal Domestikasi Jamur Di Indonesia


Pertanianku – Awalnya pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap jamur konsumsi hanya mengandalkan ketersediaan alami. Dengan cara seperti itu, jumlah jamur yang diperoleh sangat terbatas dan hanya tersedia pada musim tertentu. Di negara tropis seperti Indonesia, jamur hanya tumbuh secara alami pada musim hujan. Inisiatif untuk membudidayakan jamur konsumsi muncul saat masyarakat menyadari kebutuhan terhadap jamur semakin meningkat, tetapi persediaan di alam semakin terbatas.

Domestikasi Jamur Di Indonesia

Jamur merang sebagai salah satu jamur konsumsi mulai dibudidayakan di  Indonesia pada tahun 1955. Jamur champignon baru mulai dibudidayakan secara komersial di Indonesia sekitar tahun 1970. Kegiatan ini dilakukan oleh PT Mantrust yang membuka perkebunan jamur di dataran tinggi Dieng,Jawa Tengah. Awalnya bibit jamur diimpor dari Amerika Serikat, Jepang, Korea, dan Taiwan.

Pada saat itu, hampir sebagian besar hasil budi daya diekspor ke luar negeri dalambentuk kalengan. Setelah jamur champignon,baru kemudian tahun 1990 jamur kuping dan jamur shiitake ramai dibudidayakan sebagai komoditas bernilai jual tinggi.

Di Indonesia, budi daya jamur tiram mulai dirintis dan diperkenalkan kepada para petani tahun 1988, khususnya pada petani di Cisarua, Jawa Barat. Pada waktu itu petani dan pengusaha jamur tiram masih sangat sedikit. Sekitar tahun 1995, petani bunga, peternak ayam, dan peternak sapi mulai beralih menjadi petani jamur tiram meski masih dalam skala rumah tangga. Dalam perkembangannya, beberapa industri skala rumah tangga bergabung hingga terbentuk CV dan memiliki badan hukum.

Indonesia sendiri termasuk salah satu negara yang dikenal sebagai “gudang jamur” di dunia. Dari sekian banyak jenis jamur pangan, jamur merang salah satu yang paling banyak dibudidayakan petani. Alasannya, karena lebih mudahdibudidayakan dan siklus hidupnya lebih pendek, yakni hanya satu bulan. Menurut data Masyarakat Agribisnis Jamur Indonesia (MAJI) bahwa  produksi jamur merang mendominasi 55—60% dari total produksi jamur nasional. Jamur tersebut banyak dibudidayakan di sentra penanaman padiseperti di Karawang, Jawa Barat, karena jamur ini menggunakan merang sisa panen padi sebagai media tanamnya.

Baca Juga:  Senyawa dalam Bawang Putih Ampuh Memerangi Bakteri

Tahun 1980-an, produksi jamur merang di kawasan Bekasi dan Karawang telah berkembang dengan cukup baik. Sayangnya, saat itu sistem produksi dan pemasarannya belum dikembangkan dengan baik sehingga pada tahun 1990-an produksinya sempat merosot.

 

Sumber: Buku Agriflo Jamur

 

loading...
loading...