DPRD OKU Timur Kembali Temukan Ribuan Ton Beras Membusuk


Pertanianku — Sekitar 1.500 ton beras membusuk dan ditemukan oleh anggota DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan di gudang penyimpanan Bulog Wilayah Belitang III dan Jatimulyo. Anggota dewan baru memeriksa dua dari lima gudang.

beras membusuk
Foto: Google Image

“Dari lima gudang di OKU Timur, kami baru periksa langsung dua gudang dan menemukan sekitar 1.150 ton beras yang busuk,” kata Ketua Komisi II DPRD OKU Timur, Andi Syaiban Hidayat di Martapura, seperti dikutip dari Republika, Minggu (2/10).

Politisi Partai Golkar ini meminta agar penegak hukum, baik polisi maupun kejaksaan untuk menindaklanjuti temuan tersebut agar diusut tuntas sesuai hukum yang berlaku. Bahkan, dewan juga meminta Direktur Utama Bulog, Budi Waseso (Buwas) untuk terjun langsung ke Sumsel dan melihat puluhan ribuan ton beras busuk yang ditemukan di gudang Bulog ini.

Menurut dia, DPRD OKU Timur sudah beberapa kali memperingatkan Divre Bulog setempat untuk memperbaiki mutu dan distribusi beras agar yang disalurkan ke masyarakat berkualitas.

“Namun masalah seperti ini terus berulang. Belum lama ini kami sudah memanggil pimpinan Bulog Divre III OKU guna mempertanyakan terkait temuan 1.500 ton beras busuk yang ditemukan di gudang penyimpanan tersebut,” kata dia.

Dalam pertemuan rapat dengar pendapat itu, lanjut dia, pihak Bulog setempat mengakui adanya beras busuk karena disimpan terlalu lama dan kondisi gudang Bulog yang perlu modernisasi.

“Ada beras yang mereka terima Oktober 2018 atau baru empat bulan, tapi busuknya sama seperti beras yang disimpan sejak 2016—2017. Jadi, alasan pihak Bulog ini sama sekali tidak masuk akal,” ujarnya.

Kepala Bulog Subdivre Kabupaten Ogan Komering Ulu, Deni Laksana Putra saat dihubungi melalui telepon genggamnya tidak dapat dikonfirmasi terkait hal tersebut meskipun dalam keadaan aktif.

Baca Juga:  Petani Keluhkan Kesenjangan dalam Penentuan Harga Kelapa Sawit