Dua Jurus Jitu Mengendalikan Hama Tikus Sawah

Pertanianku — Lahan rawa di area pertanaman program Riset Pengembangan Inovatif Kolaboratif (RPIK) Desa Belanti Siam, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah baru saja diserang oleh hama tikus sawah dengan intensitas penyerangan yang cukup tinggi. Kelompok tani yang mengelola lahan sawah tersebut mulai melakukan pengendalian untuk mencegah serangan hama semakin mengganas.

hama tikus sawah
foto: pixabay

Salah satu upaya pencegahan yang dilakukan para petani adalah memasang pagar plastik. Sebanyak 80 persen dari luas lahan yang berkisar 80 hektare telah dipasangi pagar plastik di sekeliling sawah. Langkah preventif tersebut sebenarnya sudah cukup bagus, tetapi perlu dilakukan sesuai dengan rekomendasi agar pengendalian tikus berjalan lebih efektif. Oleh karena itu, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek).

Bimbingan teknis tersebut mengajarkan kepada 30 petani dari Kelompok Tani Karya Baru teknik pengendalian hama tikus dengan Trap Barrier System (TBS) dan Linier Trap Barrier System (LTBS).

Dilansir dari laman litbang.pertanian.go.id, peneliti Balitbangtan Rahmawati menuturkan penanaman serentak dalam skala yang luas berperan penting untuk menurunkan populasi tikus. Sementara itu, penggunaan TBS dapat berfungsi menurunkan populasi tikus sejak tanam hingga panen.

Satu unit TBS yang berukuran 25 cm × 25 cm dapat melindungi 10 hektare tanaman padi. Namun, untuk menghadapi ancaman serangan tikus pada stadium padi bunting hingga menjelang panen, petani dapat menggunakan LTBS.

LTBS berfungsi sebagai penangkal dan penjebak tikus sawah sejak mulai awal tanam hingga panen. Perangkat ini bekerja untuk menghalangi tikus yang akan masuk ke lahan pertanian dan mengarahkan tikus masuk ke bubu perangkap. Oleh karena itu, LTBS dinilai cukup ampuh mencegah serangan tikus sejak tanam hingga panen.

Baca Juga:  Pakis Boston, Pembersih Udara yang Cantik

LTBS merupakan bentangan pagar plastik setinggi 60—70 cm dan dilengkapi dengan bubu perangkap yang dipasang setiap 20 m berselang-seling agar mampu menangkap tikus dari habitat di luar sawah dan tikus yang sudah telanjur berada di dalam sawah.

Namun, sayangnya masih banyak petani yang keliru saat menggunakan LTBS. Petani tidak melengkapi LTBS dengan perangkap bubu sehingga LTBS tidak bisa bekerja dengan maksimal. Oleh karena itu, TBS dan LTBS sangat dianjurkan untuk digunakan dengan tepat agar pengendalian serangan hama tikus di segala penjuru lahan berjalan optimal.