Dugaan Bakteri Antraks di Gunungkidul Berasal dari Luar Daerah

Pertanianku — Balai Besar Veteriner, Kementerian Pertanian Wates, Kulon Progo menduga bahwa bakteri antraks yang menjangkiti sapi di RT 3, Dusun Grogol 4, Desa Bejiharjo, Gunungkidul berasal dari luar daerah. Pasalnya, Gunungkidul menjadi perlintasan hewan ternak.

bakteri antraks
Foto: Unsplash

Kepala Balai Besar Veteriner, Kementerian Pertanian di Wates Kulon Progo, Bagoes Poermadjaja mengatakan pihaknya belum bisa memastikan dari mana bakteri antraks tersebut berasal. Namun, ia menduga bakteri antraks yang menjangkiti sapi di Dusun Grogol 4 dibawa dari luar Gunungkidul.

“Yang jelas (pemicu bakteri antraks) bukan dari Gunungkidul, karena Gunungkidul sempat (masuk wilayah) bebas dari antraks. Tapi kan Gunungkidul dikelilingi oleh daerah-daerah yang nggak bebas, yang positif (pernah ada temuan antraks) kalau di Jatim seperti Blitar, Pacitan, kemudian Sragen, Wonogiri dan terakhir di Kulon Progo (DIY),” ujarnya, Kamis (23/5/2019) sore.


Loading...

“Karena dikepung daerah-daerah itu, kemungkinan besar (bakteri antraks berasal) dari lalu lintas ternak di Gunungkidul. Karena itu memang harus perketat lalu lintas ternak, baik keluar dan masuk di Gunungkidul,” tambahnya.

Ia menuturkan, ciri-ciri hewan ternak yang terindikasi antraks adalah mati mendadak dan setelah dibersihkan terdapat pembesaran pada limfanya. Selain itu, memiliki beberapa ciri fisik seperti mengalami demam dan kejang.

“Mungkin tidak terdeteksi, tahunya pagi sehat (tahu-tahu) sore sudah mati. Terus kalau ternak yang mati itu mengeluarkan darah tidak beku dari lubang-lubang alami seperti hidung dan anus jangan dipotong (sembelih) apalagi diedarkan, karena kemungkinan besar, salah satunya (terkena) antraks,” jelas dia.

Bagoes menyebutkan, mengonsumsi daging yang terkena bakteri antraks itu bahaya. Mengingat bukan tidak mungkin usai mengonsumsi daging tersebut yang bersangkutan tertular bakteri antraks.

“Kalau dikonsumsi ya berbahaya, fatal itu dan kemungkinan bisa tertular. Karena daging yang disembelih kemarin (di Dusun Grogol) ada yang dijual, kita juga sudah melacaknya dan informasi terakhir kemarin sudah sampai Wates,” ungkapnya.

Baca Juga:  Logtan: Digitalisasi Pertanian untuk Maksimalkan Produktivitas Hasil Panen

Kendati demikian, ia meminta masyarakat tidak perlu takut dan khawatir, karena Pemkab Gunungkidul telah bergerak cepat. Bahkan, untuk memastikan penyebaran antraks, pihaknya telah mengambil dan tengah menguji beberapa sampel tanah di Desa Bejiharjo.

“Sampel tanah lain juga diambil dan diuji, hasilnya belum keluar. Kalau yang positif baru 1 tempat,” pungkasnya.

Loading...
Loading...