Dukungan Usaha Budidaya Ikan, KKP Keluarkan Rp50 Miliar


Pertanianku – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Ditjen Perikanan Budidaya mengalokasikan anggaran sebesar Rp50 miliar sebagai kompensasi pemberlakukan Permen KP No. 56 tahun 2016.

Kompensasi ini berupa dukungan sarana budidaya ikan untuk 2.246 RTP eks penangkap benih lobster masing-masing di Kabupaten Lombok Tengah sebanyak 873 RTP, Kabupaten Lombok Timur 1.074, dan Lombok Barat sebanyak 229 RTP.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jendral Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengungkapkan bahwa pemberlakuan aturan ini semata-mata untuk menyelamatkan kepentingan ekonomi yang lebih besar. Pemerintah ingin mengembalikan profesi masyarakat untuk kembali menjadi pembudidaya ikan. Sebab, profesi ini tidak kalah menjanjikan mengingat Lombok merupakan kawasan yang potensial untuk pengembangan budidaya.

“Kami telah menyerap aspirasi masyarakat dengan memberikan kesempatan pilihan usaha budidaya yang akan digeluti pascapengalihan ini. Karena sebenarnya mereka pada awalnya juga pembudidaya ikan, jadi kami akan kembalikan pada profesi semula. Dengan adanya aktivitas penangkapan benih ini telah secara langsung berdampak terhadap turunnya aktivitas budidaya secara drastis,” kata Slamet.

Lebih lanjut Slamet mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan hitungan-hitungan ekonomi secara rinci. Kesimpulannya, dengan dukungan ini diharapkan tahap awal masyarakat akan meraup keuntungan masing-masing minimal Rp2,5 juta per bulan.

Ia juga memastikan akan mengawal dari hulu hingga hilir sehingga usaha budidaya ini akan berkesinambungan, tentunya dengan menggandeng seluruh elemen untuk bekerja sama.

“Kami pastikan bahwa untuk menjamin keberlanjutan usaha ini, kami akan beri dukungan fasilitas bagi penguatan kapasitas SDM, yaitu berupa pelatihan teknis budidaya, pascapanen (diversifikasi produk) dan manajemen usahanya serta pasar. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir,” tambah Slamet.

Bahkan sebelumnya, pihak Perum Perikanan Indonesia (Perindo), melalui Direktur Utamanya Syahril Jabarin menyatakan siap untuk mendukung program ini, terutama menjadi penyangga dalam menjamin penyerapan pasar hasil produksi usaha budidaya dari masyarakat. Intinya, masyarakat tidak perlu khawatir dengan jaminan akses pasar.

Baca Juga:  Ikan Patin Asal Vietnam Mengandung Zat Berbahaya

Sementara, Sharif Syahrial, Direktur Badan Layanan Usaha (BLU) KKP, mengungkapkan bahwa pihaknya siap membantu akses pembiayaan untuk pengembangan usaha budidaya melalui sistem pinjaman lunak.

“Masyarakat tinggal ajukan proposal pinjaman melalui pendamping kami yang ada di daerah masing-masing, dan kami siap tindak lanjuti,” katanya saat dialog dengan masyarakat.

Sementara itu, dukungan sarana budidaya yang akan diberikan pemerintah, yaitu total sebanyak 2.246 paket (masing-masing paket senilai Rp20 juta—Rp22 juta) untuk berbagai jenis usaha budidaya. Di antaranya budidaya rumput laut 728 paket, budidaya ikan bawal bintang 655 paket, budidaya ikan kerapu 580 paket, budidaya bandeng 40 paket, budidaya udang vaname 20 paket, budidaya lele 209 paket, dan budidaya nila sebanyak 14 paket, serta 71 unit perahu untuk sarana angkut rumput laut.

loading...
loading...