Dulu Harga Daging Sapi Rp80.000 per Kg, Sekarang Rp120.000 per Kg


Pertanianku – Indonesia merupakan salah satu negara dengan kebutuhan daging sapi yang cukup tinggi. Hal tersebut tentu saja terkadang membuat harga daging sapi melambung tinggi. Bahkan, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, mengaku heran bagaimana harga daging sapi segar melonjak drastis hanya dalam beberapa tahun. Bahkan, setelah naik, harga daging sapi tak kunjung turun.

“Berbicara daging nggak habis pikir dulu Rp80.000 per kg pada 2014. Harga mahal terjadi karena kita terlambat memberikan izin, sekarang harganya Rp120.000 per kg,” kata Mendag di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, beberapa waktu lalu, sebagaimana melansir DetikFinance (10/4).

Mendag bahkan telah meminta perusahaan penggemukan sapi (feedloter) untuk menurunkan harga. Sampai-sampai, membuka lebar keran impor daging beku untuk menekan harga pada feedloter.

“Dari feedloter, setelah kita minta tolong kembalikan harga tidak mau. Impor daging beku, karena mereka tidak mau turun. Kita bicara baik-baik, dan kita tidak mengenal kuota lagi. Karena begitu ada kuota, transaksi kuota akan terjadi lagi,” tutur Enggar.

Untuk menyiasatinya, Mendag kerap melakukan impor daging beku ke Indonesia, guna menekan harga daging sapi di saat harganya melambung tinggi. Dengan pembukaan impor daging beku, termasuk juga daging sapi India, saat ini sudah mulai berimplikasi positif pada harga daging di pasar.

“Maka harga mulai turun. Apalagi dengan masuk daging (kerbau) dari India. Sudah mulai terjadi ekuilibrium baru atas harga ini,” terang Mendag.

Lebih lanjut Enggar mengatakan bahwa pemerintah saat ini sudah mulai tegas terhadap pengusaha-pengusaha (importir) daging yang nakal. Bahkan, dirinya saat ini sudah menghentikan izin impor dua perusahaan yang bermain dalam tata niaga impor sapi.

“Dunia daging dikuasai dua perusahaan, satu sudah pernah dihukum dan satu kena OTT. Saya minta, apa yang diminta KPK berikan dan penuhi, dan otomatis nama itu kita minta betul, tunda dulu. Tidak ada izin yang kita keluarkan atas nama itu. Sudah cukup menyakiti kita,” tutup Enggar.

Baca Juga:  Kementan Targetkan Ekspor 15 Ribu Ton Bawang Merah
loading...
loading...