Dulu Pedagang Asongan, Kini Pengusaha Madu


Pertanianku – Pekerjaannya dulu hanya sebagai pedagang asongan di sekitar Jakarta. Namun, hal ini tak membuat seorang pria bernama Gingin menyerah dengan keadaan. Sebab, ia memiliki tekad dan keinginan yang besar untuk memberikan hidup yang layak pada keluarganya.

Suatu hari ia meminta bantuan ke Kantor LSZ Al Azhar dengan membawa serta anak dan istrinya. Berharap mendapat bantuan, Ustaz Rahmat yang saat itu bertugas, justru hanya memberinya uang Rp20.000 karena ia sudah terlalu sering datang. Kemudian, Ust. Rahmat memberikan motivasi kepada Gingin bahwa siapa pun bisa maju dan sukses asal ada kemauan kuat. Ia berpikir hidup tak bisa selamanya bergantung kepada orang lain.

“Silakan bapak pulang ke kampung halaman dan cari potensi alam yang ada di daerah bapak, jika sudah ditemukan silakan kembali lagi ke LAZ Al Azhar,” ujar sang Ustaz.

Mendengar motivasi dari Ustaz Rahmat, ia kemudian memutuskan untuk segera pulang ke kampung halamannya, yaitu Kabupaten Pandeglang, Banten.

Akhirnya, ia pun menemukan peluang usaha budidaya madu klanceng di desanya. Sebab, madu klanceng atau trigona ini tergolong mahal. Di Indonesia belum banyak yang membudidayakannya. Tanpa pikir panjang, Gingin pun langsung menjalankan budidaya madu klanceng di kampung halamannya di Kampung Gardu Tanjak, Pandeglang, Banten.

Dalam menjalankan usahanya, LAZ Al Azhar terus memberikan pendampingan dan monitoring serta motivasi. Selang beberapa tahun bergulir, hasilnya memuaskan. Budidaya madu klanceng yang dijalaninya terus berkembang pesat. Madu hasil budidayanya sudah tersebar di dua kabupaten, yakni Pandeglang dan Rangkasbitung dan sudah memiliki 400 koloni lebah.

Selain madu klanceng, Gingin juga memproduksi propolis dan bee polen yang dipasarkan di daerah Ciganjur dengan omzet yang mencapat puluhan juta per bulan. Kini ia sudah mempunyai dua buah rumah dan beberapa kendaraan pribadi. Rumah lamanya telah diwakafkan menjadi Saung Pintar sebagai wadah peningkatan kapasitas masyarakat dalam pertanian madu klanceng dan pembelajaran berorganisasi bagi remaja di Pandeglang.

Baca Juga:  Budidaya Tokek Itu Gampang, Begini Caranya!
loading...
loading...