Edible Flower, Begini Cara Mudah Menanamnya!


Pertanianku Edible flower mungkin terdengar asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Namun, akhir-akhir ini nama tersebut cukup populer sebab edible flower merupakan jenis bunga yang dapat dikonsumsi. Karena itu, bunga ini sangat aman dikonsumsi dan tidak berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Edible flower
Foto: Pixabay

Akan tetapi, tidak semua jenis bunga tergolong ke dalam edible flower. Terdapat kriteria di mana edible flower haruslah merupakan bunga yang terbebas dari pestisida atau racun kimia lainnya, serta perawatan dan pemeliharaannya sangat hati-hati sebagaimana cara menanam bunga foxglove.

Beberapa jenis bunga yang termasuk dalam kelompok edible flower seperti marigold, carnation, krisan, kembang zuchini, nasturtium, pansy, mawar, matahari, lavender, daylily, dan viola. Jika Anda penasaran bagaimana cara menanamnya, simak ulasan berikut ini.

  1. Memilih benih tanaman

Untuk mendapatkan benih jenis bunga edible flower, Anda bisa membelinya di toko bibit bunga. Secara umum, perhatikan beberapa kriteria ketika membeli benih. Salah satu jalan terbaik adalah membeli benih dari penjual terpercaya. Periksa tanggal kadaluarsa benih. Jangan dibeli jika telah mendekati tanggal kadaluarsa.

Perhatikan juga daya kecambah dan daya tumbuh benih. Pastikan membeli benih yang memiliki daya kecambah 90 persen. Belilah benih yang bersertifikat dan berlabel resmi. Simpan benih di tempat yang sejuk dan jangan sampai terkena cahaya matahari langsung.

  1. Menyiapkan media tanam

Media tanam yang akan digunakan merupakan media tanah. Untuk menambah kandungan unsur hara pada media, maka sebaiknya tambahkan pupuk kandang atau pupuk kompos organik. Siapkan media tanah yang gembur, kemudian ayak media tanam dan ambil bagian yang halusnya saja.

Lakukan hal yang sama pada pupuk kandang atau kompos, ayak terlebih dahulu, ambil bagian halusnya saja. Baru kemudian campur dengan media tanah, aduk hingga merata. Setelah itu, masukkan media tanam ke polibag berukuran sedang. Letakkan media tanam dan polibag pada tempat yang sejuk.

  1. Menanam edible flower
Baca Juga:  Tips Merawat Anthurium Jemani Supaya Subur dan Indah

Setelah media tanam dan benih siap, maka tahap selanjutnya ialah melakukan penanaman. Anda dapat memilih waktu tanam di pagi ataupun sore hari. Anda juga dapat menyemai benih terlebih dahulu agar lebih mudah beradaptasi dalam lingkungan baru.

Buat lubang tanam sedalam 1—0,5 cm untuk benih yang berasal dari biji. Sementara, benih yang berasal dari umbi, buat lubang seukuran umbi yang akan ditanam. Satu hari sebelum ditanam, sebaikya benih biji direndam terlebih dahulu. Kemudian, ambil bagian yang tenggelam di bawah permukaan air untuk ditanam. Benih yang mengapung sebaiknya dibuang karena tidak memiliki kualitas yang baik.

Untuk benih yang bersal dari umbi sebaiknya dibiarkan di tempat yang sejuk, dingin, dan lembap agar bertunas, baru kemudian ditanam. Setelah itu, tanamkan benih ke dalam lubang tanam. Anda dapat menanam lebih dari satu benih.

Saat sudah tumbuh, untuk mengurangi kepadatan populasi dalam polibag, Anda dapat memindahkannya ke polibag yang baru. Setelah ditanam, tutup kembali lubang hingga benih tidak tampak. Setelah itu, siram menggunakan air bersih dan jangan sampai menggenang di media. Kemudian, tunggu hingga 5—7 hari sampai benih berkecambah atau bertunas. Lakukan pemeliharaan agar tanaman dapat tumbuh optimal dan berbunga.