Efek Racun Rumput Bagi Tanaman dan Manusia


Pertanianku — Penggunaan racun rumput merupakan solusi paling praktis bagi petani yang mengeluhkan keberadaan tanaman pengganggu di sela-sela tanaman budidayanya. Pasalnya, tanaman pengganggu atau gulma ini sangat berpotensi sebagai penghambat pertumbuhan tanaman budidaya.

racun rumput
Foto: Google Image

Akan tetapi, racun rumput juga memiliki efek tertentu bagi tanaman dan manusia. Apakah efek tersebut?

Racun rumput atau yang biasa disebut dengan herbisida akan memunculkan efek yang bervariasi ketika diaplikasikan pada gulma. Efek yang bervariasi ini tergantung pada jenis racun itu sendiri serta jenis tanaman yang dibudidayakan. Namun, secara umum, racun ini bisa menghambat pertumbuhan bahkan sekaligus mematikan gulma.

Ada beberapa pertimbangan yang memang harus kita pikirkan terlebih dahulu, terutama berkaitan dengan tanaman pengganggu apa yang ingin dikendalikan dan tanaman apa yang ingin dibudidayakan.

Mengapa demikian? Karena ada beberapa racun yang lebih cocok diterapkan pada gulma dan tanaman budidaya yang berbatang keras sehingga racun ini tidak cocok bila diterapkan pada gulma untuk tanaman yang berbatang lunak. Bila salah memilih, racun tersebut tidak akan ada artinya, bahkan tanaman yang hendak dibudidaya bisa ikut mati.

Oleh karena itu, supaya bisa mendapatkan campuran racun yang tepat, tanyakan terlebih dahulu pada orang-orang yang paham mengenai hal ini, minta rekomendasi kepadanya sehingga racun tidak justru membunuh tanaman budidaya.

Efek racun rumput bagi manusia

Meninjau hasil penelitian yang berasal dari Jerman, terbukti bahwa terdapat zat berbahaya dalam sayuran serta hasil pertanian yang berasal dari daerah Pagaralam. Zat berbahaya ini akan berdampak sangat tidak baik pada orang yang mengonsumsinya.

Zat berbahaya seperti itu ada sebagai akibat dari penggunaan racun rumput. Sejatinya, racun ini pun sudah berbahaya bahkan dalam dosis yang kecil sekalipun. Efek yang bisa muncul setelah seseorang, baik dengan sengaja maupun tidak sengaja meminumnya adalah keracunan.

Baca Juga:  Seperti Ini Rupa Revolusi Industri 4.0 di Sektor Pertanian

Lebih parah lagi jika seseorang menelan racun ini dalam jumlah yang besar. Orang tersebut bisa mengalami bengkak sekaligus rasa sakit pada bagian mulut serta tenggorokannya. Kemudian bagian lidahnya akan melepuh.

Detak jantung akan menjadi abnormal, mengeluarkan keringat berlebih, otot menjadi lemah. Selain itu, orang dapat muntah, kesulitan bernadas, sakit perut, diare, ginjal dan hati menjadi rusak.

Bahkan, dapat mengalami dehidrasi, syok hipotensi, sampai dengan gagal jantung. Memang ada beberapa kasus di mana orang bisa bertahan hingga 2 minggu lamanya setelah meminum racun ini. Tetapi, biasanya tetap akan berujung pada kematian.