Ekologi dan Syarat Budidaya Tanaman Gambir

    Pertanianku — Mungkin kini budidaya tanaman gambir tidak seluas dahulu. Daun gambir umumnya digunakan untuk menyirih dan mengatasi sakit tenggorokan. Selain Indonesia, gambir juga dikonsumsi oleh masyarakat India. Bahkan, 68 persen kebutuhan gambir India dipenuhi dari ekspor Indonesia.

    budidaya tanaman gambir
    Foto: Instagram

    Bagian dari pohon gambir yang digunakan adalah sejenis getah yang dihasilkannya. Getah ini berasal dari ekstrak remasan daun dan ranting. Bentuknya menyerupai gula merah, yakni silinder dan berwarna kecokelatan. Secara fisik, yang paling membedakan gambir dan gula merah adalah warna dan aromanya. Gambir memiliki aroma yang sangat menyengat.

    Tanaman dengan nama ilmiah Uncaria gambir ini sendiri memiliki berbagai manfaat kesehatan. Kandungan berbagai zat bermanfaat dalam gambir sangat banyak jenisnya. Salah satunya, ia mengandung zat bernama katekin. Zat ini merupakan bahan alami yang bersifat anti-oksidan. Zat yang sama juga ditemukan pada teh dan teh hijau.

    Daerah asal tanaman ini sendiri diperkirakan dari Kalimantan dan Sumatera. Tanaman ini sudah sejak awal dibudidayakan di daerah Semenanjung Malaya, Singapura, hingga Indonesia. Di Indonesia sendiri, persebaran tanaman ini meliputi daerah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Maluku.

    Pohon gambir liar banyak terdapat di hutan sekunder. Di daerah asalnya, Kalimantan dan Sumatera, pohon gambir masih banyak terdapat secara liar. Sementara di daerah Maluku, pohon gambir sudah mulai ditanam sejak abad ke-17.

    Gambir cocok dibudidayakan pada daerah dengan iklim tipe B2. Yang dimaksud dengan iklim B2 adalah jumlah bulan basah 7 hingga 9 dan jumlah bulan kering adalah 2 hingga 3. Daerah iklim ini umumnya sangat basah karena curah hujan yang tinggi. Curah hujan yang cocok untuk budidaya gambir adalah 3.000—3.353 mm per tahun.

    Baca Juga:  Yuk, Kenalan dengan 4 Daun Pemberi Aroma Masakan

    Jenis tanah yang baik untuk budidaya gambir adalah podsolik merah kuning sampai merah kecokelatan. Tumbuhan ini bisa ditanam pada ketinggian 100—500 mdpl. Pohon gambir akan tumbuh optimum pada ketinggian 200 mdpl. Namun, juga bisa hidup pada ketinggian hingga 1.000 mdpl.

    Kini, daerah di Indonesia yang masih konsisten menjadi pusat budidaya gambir adalah Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu. Produksi tersebut sebagian besar dihasilkan oleh Sumatera Barat dan Riau dengan persentase 90 persen.

    Tujuan utama ekspor gambir adalah negara-negara di Asia seperti Singapura dan India.

    Loading...