Ekspor Minyak Sawit 2018 Diramal Hanya Meningkat 10 Persen


Pertanianku Ekspor minyak sawit mengalami peningkatan di sepanjang 2017. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mencatat, ekspor minyak sawit Indonesia tahun lalu itu sebanyak 31,05 juta ton atau meningkat 23 persen dibanding 2016 yang hanya 25,11 juta ton.

ekspor minyak sawit
Foto: Google Image

Sekretaris Jenderal Gapki, Togar Sitanggang mengatakan, seiring kenaikan ekspor tersebut, nilai sumbangan devisa minyak sawit juga mengalami peningkatan. Pada 2017, nilai ekspor minyak sawit tercatat menembus US$22,97 miliar atau meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar US$18,22 miliar.

“Nilai ekspor minyak sawit tahun 2017 merupakan yang tertinggi yang pernah dicapai sepanjang sejarah ekspor minyak sawit Indonesia,” katanya, dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (30/1).

Berdasarkan catatan Gapki, hampir semua negara tujuan ekspor minyak sawit Indonesia permintaannya meningkat. Secara persentase, negara-negara Afrika mengalami peningkatan permintaan paling tinggi di 2017. Ekspor minyak sawit ke negara-negara tersebut mengalami peningkatan sebesar 50 persen dari tahun sebelumnya.

Namun demikian, Togar mengestimasi ekspor minyak sawit Indonesia pada 2018 hanya naik 10 persen atau malah lebih rendah dari pertumbuhan ekspor tahun lalu. Meski angka pertumbuhan lebih rendah, pertumbuhan ekspor bisa dicapai seiring meningkatnya konsumsi minyak sawit di dunia.

Ia menilai, minyak sawit masih memiliki daya saing yang tinggi dibanding dengan minyak nabati lainnya karena harganya yang relatif lebih murah.

“Minyak sawit pun banyak digunakan dan tidak bisa digantikan dengan minyak nabati lain,” ujar dia.

Lebih lanjut Togar mengatakan, industri sawit Indonesia masih memiliki hambatan ekspor dari beberapa negara. Misalnya, Amerika Serikat dengan kebijakan antidumping atas produk biodiesel Indonesia.

Selain itu, terhambat juga oleh Resolusi Parlemen Uni Eropa yang berencana melakukan pelarangan biodiesel berbasis kelapa sawit pada 2021 mendatang. Ditambah lagi, India pun menaikkan pajak impor untuk komoditas ini menjadi dua kali lipat.

Baca Juga:  Replanting Kelapa Sawit untuk Tingkatkan Produktivitas

Sementara itu, Ketua Umum Gapki mengatakan, tahun ini pihaknya akan terus memperluas pasar ekspor baru seperti ke Pakistan dan negara-negara Timur Tengah. “Kami selalu mencari (pasar baru), Iran perlu di follow up lagi, Pakistan perlu di follow up lagi, Afrika perlu didatangi lagi, Bangladesh perlu didatangi lagi,” ujarnya.

loading...
loading...