Ekspor Talas Tembus ke Jepang, Sulsel Tingkatkan Produksi

Pertanianku — Warga Jepang ternyata sangat menyukai talas asal Indonesia. Salah satu varietas talas yang digemari oleh warga Jepang adalah Colocasia esculenta var antiquorum atau lebih dikenal Talas Jepang Satoimo atau Taro Potato. Tembusnya ekspor talas ke Jepang ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas produk holtikultura.

ekspor talas ke Jepang
Foto: Pixabay

Saat ini, talas sudah menjadi salah satu bahan pangan utama bagi sebagian besar penduduk Jepang, yakni sebagai pengganti beras dan kentang yang dianggap terlalu banyak mengandung karbohidrat dan gula.

Hal ini diakui oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi yang mengatakan bahwa komoditas ini menjadi trend setelah adanya berbagai penelitian. Penelitian tersebut membuktikan bahwa talas tidak saja bisa menjadi bahan pangan alternatif yang mengandung protein dan kalori tinggi tapi juga memiliki kandungan karbohidrat dan gula yang rendah.


Loading...

“Jadi talas ini aman dikonsumsi oleh penderita atau mereka yang berpotensi diabetes”, katanya seperti dikutip dari Republika.

Menurutnya, pangsa pasar talas di Jepang masih terbuka lebar.  “Dengan semakin menyempitnya lahan pertanian, Jepang hanya bisa memenuhi 250.000 ton pertahun (65.7% dari total kebutuhan per tahun sebesar 380.000 ton)”, ungkap Suwandi.

Melihat peluang ini, Suwandi lebih lanjut menceritakan bahwa di Sulawesi Selatan pemerintahannya jeli melihat peluang ekspor komoditi umbi-umbian “Talas” ini dan menggalakan penanamannya di beberapa daerah.

” Sampai dengan tahun 2018, total Talas Beku (frozen taro) dari Kab Bantaeng dan Makasar yang sudah diekspor ke Jepang sebanyak 50 ton dengan nilai sekitar Rp 1,06 Milyar”, tambahnya.

“Untuk meningkatkan volume ekspor talas, mereka  menambah luasan tanam talas  di 10 Kabupaten (Gowa, Sopeng, Maros, Luwu Timur, Luwu Utara, Luwu, Bone, Janeponto, Takalar, Wajo) dengan total luasan 178 ha”, imbuhnya.

Baca Juga:  Mangga Melimpah dari Nusa Tenggara Barat

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa konsep perdagangan ekspor talas dari Sulsel ke Jepang ini sudah sangat terintegrasi. “Semua pihak turut mengambil peran masing-masing dan saling bekerjasama, baik itu instansi pemerintah, petani, maupun importir dan eksportirnya. Saya kira ini bisa menjadi contoh inspirasi bagi yang ingin mengembangkan komoditasnya sebagai produk ekspor”, tandas Suwandi.

Loading...
Loading...