Ekstraksi dengan Pelarut Menguap (Solvent Extraction)


Pertanianku – Prinsip dari ekstraksi ini adalah melarutkan minyak asiri dalam bahan dengan pelarut organik yang mudah menguap. Ekstraksi dengan pelarut organik umumnya digunakan untuk mengekstraksi minyak asiri yang mudah rusak oleh pemanasan uap dan air, seperti untuk mengekstrak minyak dari bungabungaan misalnya bunga cempaka, melati, mawar, “hyacinth”, “tuberose”, “narcissus”, “gardenis”, “lavender”, “lily”, “minose”, “labdanum”, violet lower”, dan “geranium”.

  1. Alat pembuat minyak

Pembuatan minyak asiri dengan pelarut menguap dilakukan dengan menggunakan ekstraktor. Ekstraktor yang digunakan untuk mengekstrak minyak asiri dari bunga terdiri dari tabung ekstraktor berputar dan tabung evaporator (penguap).

Sama seperti ketel suling lainnya, tabung ekstraktor dan evaporator dilengkapi dengan penunjuk tekanan dan suhu. Selain itu, terdapat saluran inlet dan keran outlet. Pada ekstraktor berputar, terdapat saluran masuk pelarut organik beserta pompanya. Saluran masuk penguap organik sengaja dibuat tertutup karena sifat pelarut yang mudah menguap.

Berbagai tipe ekstraktor yang telah dikenal adalah “Bonotto extractor”,”Kennedy extractor”,”Bollmann extractor”,“ De Smet extractor”, “Hilderbrandt extractor”, dan “ Carrousal extractor”.

  1. Bahan penunjang proses pembuatan minyak

Bahan penunjang proses yang digunakan berupa pelarut menguap. Adapun pelarut menguap yang digunakan di antaranya heksana, alkohol, dan aseton. Sesuai dengan namanya, pelarut tersebut bersifat mudah menguap. Oleh sebab itu, penambahan pelarut menguap hendaknya dilakukan melalui proses standar pemompaan.

  1. Proses pembuatan minyak

Secara umum, proses pembuatan minyak dilakukan melalui beberapa tahapan. Pertama, masukkan bahan baku yang masih segar ke dalam ekstraktor. Selanjutnya, masukkan pelarut menguap ke dalam ekstraktor. Pelarut menguap akan berpenetrasi ke dalam jaringan bahan baku dan melarutkan minyak serta bahan “nonvolatile” berupa resin, lilin, dan beberapa macam zat warna. Pada tahap ini, hasil ekstraksi masih berupa larutan. Putar ekstraktor selama 20—60 menit. Selanjutnya, pisahkan larutan tersebut dari ampas hasil eksraksi.

Larutan hasil ekstraksi kemudian didistilasi dalam evaporator vakum pada suhu rendah, yaitu 45o C. Pada suhu tersebut, pelarut akan menguap dan meninggalkan larutan semipadat berwarna merah kecokelatan yang disebut dengan concrete. Larutan semipadat yang terbentuk tersebut merupakan campuran dari minyak asiri, lilin, dan resin (komponen nonvolatile). Concrete diaduk dan dilarutkan dalam alkohol panas. Larutan alkohol ini mampu mengikat minyak asiri dengan sempurna.

Selanjutnya, larutan concrete didinginkan pada suhu -5o C hingga mengendap dan berbentuk lilin. Endapan lilin tersebut selanjutnya diperas dan disaring hingga keluar larutan jernih. Larutan jernih hasil pemerasan selanjutnya didistilasi ulang untuk memisahkan minyak dengan alkohol yang mengikatnya. Distilasi dilakukan dalam kondisi vakum dan pada suhu rendah (45o C) hingga diperoleh larutan kental yang disebut dengan absolute. Larutan inilah yang disebut dengan minyak asiri bunga yang diperdagangkan dengan harga tinggi.

 

Sumber: Buku Memproduksi 15 minyak asiri berkualitas

loading...
loading...