Empat BUMN Penuhi Kebutuhan Cangkul RI


Pertanianku – Indonesia merupakan salah satu negara yang hampir sebagian masyarakatnya berprofesi sebagai petani. Ditambah lagi, Indonesia memiliki lahan pertanian yang amat luas, membentang dari Sabang sampai Merauke. Oleh karena itulah, permintaan cangkul dalam negeri cukup tinggi. Sebab, cangkul merupakan salah satu alat penting yang digunakan untuk bertani.

Guna memenuhi kebutuhan cangkul dalam negeri, Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian bekerja sama dengan empat perusahaan milik negara. Keempat BUMN tersebut, yakni PT Krakatau Steel, PT Boma Bisma Indra (BBI), PT Sarinah, dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).

Hal tersebut disampaikan oleh Dirjen IKM Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih yang mengatakan bahwa Krakatau Steel telah memproduksi bahan baku untuk cangkul sebanyak 100 ton dan bahan baku karah cangkul sebanyak 43 ton. Bahan baku tersebut kemudian akan segera dikirim ke PT BBI untuk diolah hingga menjadi cangkul 75% jadi.

Cangkul yang belum siap pakai itu, akan disalurkan oleh PT PPI dan PT Sarinah ke sentra industri kecil untuk diolah hingga menjadi produk yang siap dipasarkan.

“Jadi oleh IKM cangkul 75% jadi itu akan diberi gagang kayu, dicat, dan ditajamkan ujungnya,” kata Gati, dalam konferensi pers di Kantor Kemenperin, Jakarta, baru-baru ini seperti melansir Republika (24/3).

Cangkul yang sudah jadi akan memiliki ketebalan 2,1 milimeter. Salah satu perkakas pertanian tersebut akan dipasarkan dengan kisaran harga Rp35.000—Rp40.000 per unit.

Lebih lanjut Gati mengatakan, kebutuhan cangkul secara nasional mencapai 10 juta unit per tahun. Khusus untuk sektor pertanian kebutuhannya 3 juta unit per tahun. Gati menyebut, permintaan cangkul paling banyak berasal dari Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.

Baca Juga:  Ini Alasan KKP Stop Impor Ikan Nila

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT BBI Rahman Sadikin menyatakan pihaknya sudah siap memproduksi 40 ribu unit cangkul 75% jadi. Kapasitas produksi PT. BBI sendiri mencapai 1,2 juta unit per tahun. Rahman memastikan pihaknya akan terus menambah kapasitas produksi agar BBI dapat memenuhi kebutuhan cangkul nasional.

“Kami siap dukung industri kecil menengah agar tumbuh dan kita menolak importasi alat pertanian sederhana,” ucap Rahman.

loading...
loading...