Enam Unit Kapal Ternak Bakal Beroperasi Tahun Ini


Pertanianku — Tersedia enam unit kapal ternak yang siap dioperasikan tahun ini. Kapal tersebut dikhususkan untuk memperlancar distribusi ternak dari daerah produsen ke daerah konsumen.

enam unit kapal ternak
Foto: Google Image

“Kapal khusus ternak tidak hanya sebagai alat angkut, tapi lebih sebagai representasi pemerintah untuk mulai menata perdagangan dan lalu lintas pemasukan dan pengeluaran ternak di wilayah sentra ternak menuju daerah konsumen,” kata Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Fini Murfiani melalui siaran pers, Rabu (30/5).

Ia mengungkapkan, sebelumnya kapal khusus angkutan ternak baru ada satu, yaitu KM Camara Nusantara I dengan trayek Kupang/Waingapu—Tanjung Priok, DKI Jakarta. Namun saat ini Kementerian Perhubungan telah meluncurkan kembali lima kapal khusus angkutan ternak.

Itu artinya, ada enam kapal khusus ternak yang akan beroperasi dari daerah NTT, NTB, dan Bali ke wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Bengkulu, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

Sejak 2016 sampai saat ini, kapal khusus ternak Camara Nusantara I tercatat telah berlayar 48 kali dan telah mengangkut 24.235 ekor ternak dari Pelabuhan Tenau Kupang ke Pelabuhan Tanjung Priok, DKI Jakarta. “Loading factor kapal mencapai 100 persen,” kata Fini.

Ia juga menambahkan, kapal ternak didesain khusus untuk mengangkut ternak sesuai kaidah kesejahteraan hewan atau animal welfare sehingga menekan tingkat stres ternak. Dengan begitu, bobot ternak akan terjaga dari susut yang berlebihan. Selain itu, dengan jaminan asuransi setiap tarif angkutan ternak yang dibayar, pemilik ternak lebih terjamin terhindar kerugian di dalam setiap pelayaran.

“Apalagi dengan adanya dokter hewan di kapal tersebut, kesehatan ternak betul-betul dijaga dengan baik,” ujar dia.

Selain itu, pemanfaatan kapal khusus ternak ini juga akan dioptimalkan untuk mengisi muatan balik kapal dengan produk yang dibutuhkan di daerah produsen. Cara ini tentunya akan meningkatan hubungan perdagangan yang lebih baik antar daerah.

Baca Juga:  Kementan Siapkan Langkah Hadapi Kemarau untuk Jaga Produksi Beras

“Hal ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pemanfaatan dari pola ships follow the trade menjadi ships promote the trade,” tandasnya.

loading...
loading...