Fakta Menarik Carolina Reaper, Apakah Benar Jadi Cabai Terpedas?

Pertanianku— Sampai saat ini carolina reaper terkenal sebagai salah satu cabai terpedas di dunia karena tingkat kepedasannya mencapai jutaan Scoville Heat Unit (SHU). SHU merupakan satuan untuk mengukur tingkat kepedasan cabai berdasarkan kandungan capsaicin yang terkandung di dalamnya. Beberapa literatur menyebutkan tingkat kepedasan carolina reaper mencapai 1,5–2,2 juta SHU.

carolina reaper
foto: Unsplash

Bila Anda penasaran sepedas apa cabai dengan tingkat kepedasan 1,5–22 juta SHU, mungkin Anda bisa membayangkan pedasnya setara 15–31kali lipat pedasnya cabai rawit. Pasalnya, tingkat kepedasan cabai rawit hanya sekitar 30.000–50.000 SHU. Padahal untuk orang awam, cabai rawit sudah terkenal cabai yang sangat pedas, jadi bila Anda tidak sanggup untuk mengonsumsi cabai rawit, jangan coba-coba untuk mencicipi carolina reaper.

Cabai terpedas ini merupakan hasil kawin silang yang dilakukan oleh Ed Curie pada 2013. Cabai ini juga dikenal dengan nama HP22B. Carolina berasal dari persilangan antara Pakistani naga dan jenis Harbanero merah yang berasal dari Pulau St. Vincents di Hindia Barat. Setelah itu, cabai ini dikembangkan di Carolina Selatan. Tingkat kepedasannya diuji oleh Winthrip University.

Saat ini carolina reaper telah terdaftar sebagai cabai terpedas di dunia oleh Guinnes World Records. Setalah carolina reaper, ada juga cabai bhut jolokia yang skala kepedasannya mencapai 1 juta SHU. Selanjutnya, ada Trinidad Moruga Scorpion yang berasal dari distrik Moruga di Trinidad dan Tobago dengan skala kepedasan mencapai 2.009.231 SHU.

Sebenarnya, senyawa capsaicin bermanfaat untuk meredakan rasa sakit serta meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan infeksi. Telah banyak penelitian yang menyebutkan capsaicin dapat mendorong kerja metabolisme tubuh hingga 5% lebih cepat untuk membakar lebih banyak lemak. Efek pembakaran kalori tersebut diketahui masih terus berlangsung hingga 20 menit setelah Anda makan.

Baca Juga:  Umur Panen Jenis Sayuran

Sayangnya, capsaicin dapat menimbulkan efek samping yang kurang baik seperti sakit perut atau mulas, mulut dan tenggorokan panas seperti terbakar, berkeringat deras, hingga mengeluarkan air mata. Hal ini karena capsaicin dapat memicu terjadinya iritasi sel pada membran mulut, lambung, tenggorokan, dan mata apabila dikonsumsi berlebihan.

Untuk predikat cabai terpedas se-Nusantara berhasil dipegang oleh cabai yang berasal dari Kecamatan Taping Tengah, Kalimantan Selatan. Berdasarkan hasil uji laboratorium, tingkat kepedasannya mencapai 17 kali lipat dari varietas cabai yang ada. Namanya adalah cabai hiyung.