Fakta Menarik Jambu Mete

Pertanianku — Sebenarnya bagian buah jambu mete yang biasa dikonsumsi adalah bagian yang keras, berwarna cokelat kehitaman dan berisikan biji yang sering diolah menjadi camilan favorit orang Indonesia, yaitu kacang mede atau kacang mete. Sementara, bagian yang berbentuk menyerupai buah jambu pada umumnya sebenarnya adalah dasar bunga yang mengembang sesudah berlangsungnya pembuahan.

jambu mete
foto: pixabay

Kacang mete yang dihasilkan oleh pohon ini memiliki harga jual yang tinggi karena sulit untuk didapatkan. Tidak hanya bagian buahnya yang bisa dimanfaatkan, tapi bagian daunnya juga sering dimanfaatkan oleh masyarakat Jawa Barat sebagai lalapan. Tak hanya lezat, ternyata jambu mete bisa dimanfaatkan sebagai obat herbal untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Tanaman yang berasal dari Brazil ini berukuran sedang, tingginya sampai 12 meter dengan tajuk melebar, bercabang-cabang, dan selalu hijau. Daunnya berbentuk lonjong atau bulat telur dengan tepian berlekuk-lekuk, guratan tulang daunnya terlihat sangat halus berbatang pendek. Bunga pohon ini berwarna putih. Bagian buah yang membesar memiliki daging yang lunak, berair, dan berwarna kuning kemerah-kemerahan. Bagian ini sering disebut sebagai buah semu.

Loading...

Buahnya yang berada di ujung buah semu ini berbentuk seperti ginjal dan bijinya berkeping dua terbungkus kulit yang mengandung getah. Bagian yang bisa dimanfaatkan adalah daun dan buah. Pada bagian kulit batang dan daun mengandung tanin. Buahnya mengandung berbagai vitamin dan mineral serta zat penting seperti ester, terpene, dan asam karbolisik.

Jambu mete bisa digunakan sebagai obat herbal untuk menyembuhkan penyakit sembelit, kencing manis, radang tenggorokan, sariawan, rematik, digigit ular berbisa, sakit gigi, sakit kulit, pembersih mulut, dan pencahar. Berikut ini beberapa ramuan herbal yang bisa dibuat dari jambu mete untuk menyembuhkan penyakit tertentu.

  • Rebus daun yang sudah tua. Air rebusan tersebut bisa digunakan untuk membasuh kulit yang sakit, membersihkan mulut, dan sebagai obat pencahar.
  • Gunakan air perasan kulit buah yang berminyak sebagai obat luar untuk mengobati borok dan kutil yang menahun di permukaan kulit.
  • Rebus dan potong kulit batang jambu monyet dan adas pulawaras secukupnya dengan 2 liter air hingga mendidih. Saring air rebusannya dan minum dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari untuk penderita diabetes.
  • Rebus segenggam daun dan sepotong kulit batang dengan 1½ liter air hingga mendidih. Saring airnya dan minum dua kali sehari, pada pagi dan sore hari untuk mengatasi disentri dan radang mulut.
Baca Juga:  Labu Kuning, Buah yang Identik dengan Halloween
Loading...
Loading...