Fakta Menarik Raspberry

Pertanianku Raspberry (Rubus idaeus L.) merupakan buah subtropis yang mudah dijumpai. Buah ini menjadi salah satu andalan di dalam pengobatan tradisional sejak dahulu hingga saat ini. Umumnya, berry ini sering digunakan untuk menyembuhkan luka.

raspberry
foto: Pixabay

Warna buah raspberry cukup beragam, seperti putih, kuning, oranye, merah, ungu, dan hitam. Di antara semua warna tersebut, buah berwarna merah lebih sering dijumpai karena sering dibudidayakan. Nilai ekonomi buah yang berwarna merah lebih tinggi karena mengandung fenolik yang tinggi.

Raspberry merah bisa dikonsumsi dalam keadaan segar ataupun olahan. Selain kandungannya, keunggulan buah berwarna merah adalah rasa yang sangat khas.

Berikut ini fakta menarik raspberry.

Tidak bisa tumbuh di daerah bercurah hujan tinggi

Buah berry ini menyukai sinar matahari secara penuh dan terlindung dari angin kencang secara langsung. Tanaman buah ini tidak bisa hidup di iklim dengan curah hujan yang tinggi. Sirkulasi udara dan pengairan yang baik sangat membantu proses penanaman.

Menyukai lereng bukit

Mungkin Anda sering menemukan raspberry tumbuh di lereng-lereng bukit. Tanaman ini menyukai daerah tersebut karena udara dingin dapat mengalir ke daerah yang lebih rendah. Biasanya, raspberry tumbuh baik pada tanah mineral yang subur, tanah lempung berpasir yang mengandung bahan organik 5–7 persen.

Tidak tahan musim dingin

Di musim dingin buah yang dihasilkan oleh tanaman ini mudah rusak. Sementara itu, pada musim panas raspberry bisa tumbuh dengan baik.

Kandungan

Raspberry merupakan sumber senyawa bioaktif, seperti fenolik, antosianin, asam organik, mineral, dan lainnya. Selain itu, buah ini juga mengandung senyawa antioksidan yang sangat tinggi. Antioksidan tersebut telah dikonfirmasi berasal dari senyawa fenolik. Aktivitas antioksidan tersebut didasari oleh antosianin dan ellagitanin yang memberikan kontribusi sebesar 25 persen dan 52 persen.

Baca Juga:  Tanaman Belimbing Sudah Tua Tapi Tidak Kunjung Berbuah? Lakukan Ini!

Kandungan di dalam raspberry berpotensi menjadi tanaman obat bagi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, tanaman ini berpotensial untuk terus dikembangkan karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi, apalagi jika ditangani dengan baik. Nilai ekonomi tersebut juga bisa berdampak pada ketertarikan investasi untuk mengembangkannya.