Faktor-faktor yang Memengaruhi Produksi Ayam Petelur

Pertanianku Produksi ayam petelur terbilang bervariasi, bergantung pada faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal terdiri atas faktor genetik atau keturunan yang dimiliki oleh ayam. Sementara itu, faktor eksternal adalah faktor lingkungan yang memengaruhi produksi meliputi iklim, perkandangan, penggunaan pakan, dan pemeliharaan. Berikut ini ulasan lebih jelas mengenai faktor-faktor yang dapat memengaruhi produksi ayam petelur.

produksi ayam petelur
foto: Pertanianku

Bibit

Bibit merupakan faktor internal yang paling berpengaruh. Setiap strain ayam ras petelur memiliki tingkat produksi berbeda-beda. Sementara itu, produksi telur ayam kampung belum ada data yang jelas karena lebih sering dikelola dalam skala kecil. Oleh karena itu, Anda perlu memilih strain ayam petelur yang sesuai dengan tujuan. Umumnya, produksi telur ayam kampung lebih rendah dibanding telur ayam ras. Hal ini karena ayam kampung memiliki sifat mengeram.

Pemberian pakan

Pemberian pakan yang tepat dan efisien merupakan kunci sukses pemeliharaan ayam ras petelur. Pakan merupakan komponen terbesar dari biaya operasionalnya. Oleh karena itu, pemberian pakan harus dilakukan dengan benar agar pakan lebih efisien. Selain itu, Anda juga harus memerhatikan kualitas bahan yang digunakan agar kandungan nutrisi di dalam pakan lengkap.

Penyediaan air minum

Air minum merupakan kebutuhan utama ayam petelur yang tidak bisa tergantikan. Air berfungsi untuk mengatur suhu tubuh dan pelarut zat-zat yang dibutuhkan dalam budidaya ayam petelur, seperti vitamin, vaksin, dan obat-obatan. Selain itu, air berfungsi sebagai sumber mineral bagi ayam.

Ayam yang kekurangan air akan mengalami dehidrasi, bahkan bisa menyebabkan kematian apabila kondisi kekurangan air terus berlanjut. Selain kuantitas, peternak juga perlu memerhatikan kaulitas air yang digunakan. Air minum harus steril dari bibit-bibit penyakit.

Baca Juga:  Komposisi Pakan Sapi Potong pada Fase Breeding

Faktor eksternal

Faktor eksternal yang memengaruhi produksi ayam petelur adalah suhu, kelembapan, kecepatan angin, dan manajemen pakan. Suhu yang dibutuhkan untuk kandang close house atau tertutup adalah 22—25°C. Suhu harus dijaga tetap stabil serta perbedaan antara malam dan siang hari tidak terlalu ekstrem. Sementara itu, tingkat kelembapan yang cocok untuk ayam petelur sekitar 55—65 persen.