Faktor Penting dalam Merawat Anggrek


Pertanianku — Apakah Anda pehobi tanaman anggrek? Sudahkan Anda mengetahui faktor penting dalam merawat anggrek? Ternyata, merawat bunga bernama Latin Orchidaceae ini tidak sulit.

faktor penting dalam merawat anggrek
Foto: Pixabay

Melansir Jitu News, Ketua Bangka Flora Society, Dian Rossana Anggraini bahkan mengatakan, untuk merawat anggrek yang termasuk spesies langka itu tidak begitu susah. “Merawat anggrek itu mudah, yang penting kita harus paham kondisi awal di tempat habitat aslinya,” kata Dian.

Menurutnya, agar anggrek tumbuh dengan baik, faktor lingkungan tempat pelestarian bunga yang memiliki banyak penggemar itu harus dibuat sama dengan faktor lingkungan habitat aslinya.

Misalnya, anggrek pensil yang habitat aslinya di rawa, maka lingkungan budidaya juga harus seperti di rawa. Untuk anggrek epifit, maka budidayakan secara epifit. “Untuk biaya perawatan tidak terlalu mahal, karena bisa memanfaatkan bahan organik yang berada di sekitar habitat anggrek tersebut,” ungkapnya.

Dian melanjutkan, merawat anggrek secara umum tidak memerlukan sinar matahari penuh, hanya 20%. Akan tetapi, tanaman anggrek perlu naungan dan itu bisa dibuat dengan paranet atau di pohon. “Seperti tanaman anggrek saya yang disimpan di bawah pohon anggur yang merambat,” ujar Dian.

Ia juga mengingatkan bahwa sirkulasi udara sangat dibutuhkan oleh tanaman anggrek. Artinya, embusan angin cukup baik untuk pertumbuhan tanaman hias langka ini.

Semakin baik sirkulasi udaranya, maka pertumbuhan tanaman anggrek akan semakin bagus. Bahkan, sebagian orang memasang kipas angin. Fungsi sirkulasi udara ini untuk meratakan temperatur dan kelembapan. Untuk penyiraman tanaman, usahakan Anda menyiramnya dua kali sehari, yakni saat pagi antara pukul 07.00—09.00 dan sore sekitar pukul 16.00—18.00.

“Penyiraman sebaiknya langsung ke arah akar dan menggunakan air yang bersih, tidak tercemar limbah kimia,” saran Dian.

Baca Juga:  Media Tanam yang Paling Cocok untuk Tanaman Bonsai

Kemudian, lanjut dia, untuk menjaga serangan hama dan penyakit, penyemprotan insektisida dan fungisida seminggu sekali juga wajib dilakukan.

“Penyemprotan sebaiknya dilakukan sore hari. Karena tumbuhan juga perlu makan, maka beri tanaman anggrek dengan makanan dan nutrisi, yaitu dengan melalui cara pemupukan yang teratur. Pupuk yang dibutuhkan adalah pupuk yang kaya akan kandungan kalsium (Ca), phospor (P), dan kalium (K). Pemberian pupuk dilakukan rutin dua minggu sekali. Pemberian pupuknya sendiri dilakukan dengan cara dilarutkan dahulu dengan air kemudian disiramkan,” jelas Dian.