Faktor Penting yang Memengaruhi Pengomposan

Pertanianku Pengomposan pada dasarnya menurunkan C/N rasio bahan organik hingga sama dengan C/N tanah (<20). Semakin tinggi C/N bahan organik, akan semakin lama proses pengomposan yang berlangsung sekitar tiga bulan hingga lebih dari setahun. Pengomposan merupakan penguraian dan pemantapan bahan-bahan organik secara biologi dalam suhu tinggi (termofilik) dengan hasil akhir yang aman untuk lingkungan.

pengomposan
foto: Pertanianku

Proses pembuatan kompos bisa terjadi dalam kondisi aerob dengan oksigen dan anaerob tanpa oksigen. Pengomposan aerob menghasilkan CO2, air, dan panas. Sementara itu, proses pengomposan anaerob menghasilkan metana (alkohol), CO2, dan senyawa seperti asam organik. Umumnya, proses pengomposan anaerob menimbulkan bau yang tajam dan mengganggu indera penciuman.

Pengomposan dapat berjalan lancar apabila kondisi lingkungan terkontrol. Kondisi yang perlu dijaga adalah kadar air, aerasi, dan suhu.

Kadar air

Kadar air harus dibuat dan dipertahankan sekitar 60 persen. Kadar tersebut tidak boleh lebih rendah ataupun lebih tinggi. Kadar air di bawah 60 persen dapat menyebabkan bakteri tidak berfungsi, sedangkan bila lebih tinggi dari 60 persen dapat menyebabkan kondisi anaerob.

Cara mengukur kadar air sangat mudah, Anda hanya tinggal meremas bahan. Kondisi kadar air 60 persen ditandai dengan bahan yang terasa basah bila diremas, tetapi tidak mengeluarkan tetesan air.

Aerasi

Proses fermentasi yang berlangsung secara aerob memerlukan oksigen di dalam tumpukan. Apabila kandungan oksigen kurang, proses fermentasi tidak berlangsung sempurna. Kadar oksigen bisa Anda jaga dengan membalik tumpukan minimal seminggu sekali.

Kadar oksigen juga bisa dijaga dengan cara force aeration, yaitu mengembuskan udara menggunakan kompresor atau menggunakan efek cerobong dengan memasukkan udara melalui cerobong. Namun, di antara beberapa cara tadi, pembalikan menjadi cara terbaik untuk menjaga kadar oksigen. Pasalnya, pembalikan juga bermanfaat untuk homogenisasi bahan.

Baca Juga:  Keunggulan Mangga Lalijiwo yang Bikin Lupa Diri

Suhu

Selama proses fermentasi bahan organik berlangsung, suhu harus dijaga tetap 60°C selama tiga minggu. Suhu tersebut ideal untuk mendorong bakteri bekerja secara optimal, membuat C/N rasio turun, dan memberantas bakteri patogen ataupun biji gulma.