Faktor Penyebab Budidaya Singkong Gagal


Pertanianku — Singkong merupakan salah satu tumbuhan yang paling mudah ditanam. Meskipun begitu, penanaman singkong dalam skala industri harus memerhatikan beberapa faktor supaya hasilnya bernilai ekonomi tinggi. Sebab, walau mudah ditaman, budidaya singkong bisa saja gagal karena beberapa faktor yang tidak Anda perhatikan itu.

budidaya singkong
Foto: Pixabay

Singkong yang ditanam secara asal-asalan memang tetap bisa tumbuh. Namun, kualitas dan kuantitas umbi yang dihasilkan tidak akan sesuai dengan harapan. Bisa jadi umbi tersebut jumlahnya sedikit, berukuran kecil, teksturnya keras, atau terasa pahit. Oleh karena itu, pengetahuan akan teknik budidaya singkong yang benar sangat diperlukan.

Berikut ini beberapa faktor penyebab gagalnya budidaya singkong yang harus Anda hindari.

  1. Waktu penanaman di musim kemarau

Jangan pernah sekali-kali membudidayakan suatu tanaman di awal musim kemarau, kecuali Anda sanggup menyiraminya setiap hari. Potensi keberhasilan tumbuhnya setek batang singkong yang ditanam saat musim kemarau sangat rendah. Kalaupun berhasil tumbuh, setek tersebut juga akan kelihatan kurus karena kekurangan air. Imbasnya, akar akan sulit berubah menjadi umbi.

  1. Menanam di lahan yang basah

Tanaman singkong tidak bisa hidup di lahan yang terlalu basah. Dalam waktu 3 hari saja, akar atau umbinya akan membusuk apabila terus tergenangi air. Kondisi lahan yang tanahnya memiliki kelembapan tinggi juga rentan terkena serangan jamur upas. Jadi, hindarilah membudidayakan singkong di sawah rendah (tergenang), lahan rawa, serta lahan gambut basah.

  1. Penanaman di tanah berbatu dan tandus

Jika lahan berbatu dan tandus miskin akan bahan organik, jangan harap tanaman akan menyimpan cadangan makanan. Sebab, untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya saja sulit. Akibatnya, akar singkong tidak akan berkembang menjadi umbi. Adapun lahan yang baik untuk ditanami singkong, yaitu tanah hitam humus, tanah lempung berpasir, dan tanah liat kuning/merah berpasir.

  1. Pengolahan tanah sembarangan
Baca Juga:  Umbi Bawang Merah Berukuran Besar, Ini Rahasianya!

Jika Anda tidak serius dalam budidaya tanaman, hasilnya pun biasa-biasa saja. Oleh karena itu, lakukan pembajakan lahan dengan kedalaman minimal 30 cm diukur dari tanah yang belum dibajak. Sangat disarankan menggunakan mesin traktor untuk melakukan pengolahan tanah untuk budidaya singkong ini.

  1. Menanam di daerah yang anginnya kencang

Tanaman singkong bisa tumbuh sampai ketinggian 3 meter. Akan tetapi, panjang maksimal akarnya hanya 40 cm. Hal ini mengakibatkan tanaman singkong mudah rubuh ketika terkena angin kencang karena kedalaman akarnya tidak sebanding dengan tinggi pohonnya. Bila daerah Anda sering terkena angin yang cukup kencang, sebaiknya tanamlah singkong malaysia.

  1. Penanaman di lahan bekas perkebunan

Apabila Anda membudidayakan singkong di lahan perkebunan bekas pohon yang berakar tunggang, tanaman singkong tersebut akan rentan terkena penyakit jamur upas. Jamur ini dapat menyerang umbi yang baru saja dibentuk. Akibatnya, umbi tersebut membusuk dan dipenuhi benang-benang berwarna putih sampai kekuningan.

  1. Membudidayakan di lahan yang sama

Pohon singkong rakus sekali menyerap unsur hara yang terkandung di dalam tanah. Jika Anda menanam tumbuhan ini secara terus-menerus di lahan yang sama, akibatnya tanah menjadi gersang dan tandus. Sangat disarankan selingi penanaman singkong dengan tanaman lain yang tidak begitu rakus dalam mengambil unsur hara.