Faktor Penyebab Itik Sakit

Pertanianku – Secara umum, penyakit itik timbul sebagai reakasi skunder akibat adanya faktor utama yang tidak berfungsi dengan baik. Faktor tersebut adalah sebagai berikut.

Faktor Penyebab Itik Sakit

  1. Sanitasi yang tidak baik

Sanitasi meliputi semua aspek yang berhubungan langsung dengan itik. Sanitasi yang harus diperhatikan antara lain sanitasi tempat pakan dan minum, lantai kandang, serta sanitasi lingkungan kandang sekitar.

Loading...
  1. Biosekuriti yang kurang ketat

Biosekuriti dalam peternakan merupakan faktor yang harus dilaksanakan. Biosekuriti dalam beternak itik di antaranya sebagai berikut.

  • Petugas kandang memakai pakaian khusus saat berada di dalam kandang. Pakaian dari luar tidak boleh dipakai dalam kandang.
  • Petugas kandang memakai alas kaki yang dapat mencegah kontak kaki dengan tanah.
  • Hindari masuknya hewan lain seperti tikus atau kucing dalam kandang karena hewan tersebut dapat membawa bibit penyakit dari luar dan dapat menyebabkan itik stres.
  • Setiap masuk kandang, alas kaki dicelup dalam air yang mengandung desinfektan.
  • Setiap ada orang asing atau kendaraan dari luar yang masuk lokasi peternakan, sebaiknya disemprot terlebih dahulu dengan desinfektan.
  1. Manajemen yang salah

Manajemen yang dimaksud di sini adalah semua pengaturan yang berhubungan dengan pemeliharaan itik, di antaranya sebagai berikut.

  • Manajemen pemberian pakan yang salah seperti kadar proteinnya rendah, jumlah pakan untuk per ekornya kurang, komposisi pakan tidak sesuai dengan kebutuhan itik, kualitas pakan yang jelek seperti menggumpal, bau apek, dan berjamur. Hal-hal tersebut menyebabkan pertumbuhan itik menjadi terhambat dan itik menjadi lemah sehingga bibit penyakit mudah masuk.
  • Manajemen lantai kandang/litter. Litter yang lembap ditambah dengan kotoran yang menumpuk akan menyebabkan gas amoniak tinggi. Hal ini dapat menyebabakan itik kekurangan oksigen dan gangguan pernapasan sehingga efek sekundernya adalah bibit penyakit akan mudah masuk. Untuk itu, perlu dilakukan program pembersihan kotoran itik atau pengapuran lantai kandang/litter secara teratur dengan tidak mengganggu proses produksi.
  • Manajemen ventilasi. Pertukaran udara dalam kandang harus baiksehingga bau amoniak dapat diminimalkan. Semakin besar itik, oksigen yang dibutuhkan semakin besar.
  • Pengaruh faktor lingkungan, terutama cuaca dan suhu. Pengaruh suhu yang berubah-ubah secara ekstrim akan menyebabkan itik menjadi stres sehingga akan mudah terserang penyakit. Selain itu, faktor lingkungan lain seperti pergantian tenaga kandang, perubahan warna seragam kandang di tengah periode produksi, dan banyaknya orang yang masuk ke dalam kandang, dapat menyebabkan itik stres.
Baca Juga:  Langkah Mudah Memilih Telur Tetas yang Baik

Sumber: Buku Berternak Itik Hibrida Unggul

 

Loading...
Loading...